JPMorgan: Ketegangan dengan AS Akan Membuat China Semakin Berkembang

Jumat, 07 Oktober 2022 | 14:46 WIB Sumber: CNBC
JPMorgan: Ketegangan dengan AS Akan Membuat China Semakin Berkembang

ILUSTRASI. Astronot China Wang Yaping keluar dari kapsul setelah kembali ke bumi setelah misi luar angkasa berawak Shenzhou-13 di Dongfeng, Daerah Otonomi Mongolia Dalam.


KONTAN.CO.ID - NEW JERSEY. Pakar investasi di JPMorgan Asset Management, Alexander Treves, mengatakan ketegangan geopolitiknya dengan AS justru akan memperkuat China dalam hal inovasi. Nantinya, China lebih mampu tumbuh secara mandiri.

Menurut Traves, segala tekanan yang mereka dapat dari AS telah berhasil memperkuat tekad China untuk menjadi mandiri di berbagai industri.

"Saya pikir ketegangan geopolitik yang dibicarakan akan benar-benar memperkuat itu (inovasi), karena China akhirnya perlu melakukan hal-hal ini sendiri, dan mereka akan melanjutkan kemajuan di bidang itu," ungkap Traves kepada CNBC.

Sebagai contoh, saat ini China mulai meningkatkan investasi ke industri chip lokalnya dalam upaya untuk menjadi mandiri dalam hal teknologi semikonduktor yang menopang beragam industri lain, mulai dari kendaraan listrik hingga ponsel.

Baca Juga: Peringatan Keras CEO JPMorgan: Mata Uang Kripto seperti Bitcoin adalah Skema Ponzi

Menurut Traves, tugas para investor saat ini adalah mencari perusahaan China yang dinilai akan berhasil terlepas dari ketegangan geopolitik yang sepertinya tidak akan mereda.

"Geopolitik ada di sini untuk tinggal, jadi biasakan, terima saja," lanjutnya.

Saat ini pun JPMorgan telah berinvestasi di perusahaan teknologi China. Traves menyebut beberapa perusahaan memiliki model bisnis terkemuka di dunia dan pasar yang besar pula.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Prediksi Pasar Saham, Obligasi, dan Real Estate Bakal Hancur

"Profitabilitas telah meningkat karena perusahaan membelanjakan lebih sedikit dan menjadi kurang agresif terhadap satu sama lain. Kami telah menambahkan (investasi) ke perusahaan internet China tahun ini karena alasan itu," ungkap Traves.

Di sektor kendaraan listrik, Traves menjelaskan saat ini JPMorgan mencari perusahaan dengan kekuatan harga paling besar. Dibanding merek mobil, JPMorgan lebih memilih berinvestasi pada pembuat baterai.

Dengan cara itu JPMorgan tidak perlu berpikir terlalu banyak soal merek mana yang akan sukses di pasara, karena baterai akan selalu memiliki pelanggan.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru