Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - JPMorgan Chase & Co ternyata mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan private banking, termasuk untuk memberikan informasi dan masukan yang relevan kepada nasabah.
Kepala private bank JPMorgan untuk kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA), Pablo Garnica, mengatakan teknologi tersebut digunakan untuk membantu penasihat keuangan bekerja lebih efektif sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah.
AI digunakan dalam sejumlah proses, mulai dari onboarding nasabah, riset investasi, hingga membantu penasihat mendapatkan informasi dan pandangan investasi dengan lebih cepat.
“AI digunakan untuk meningkatkan pengalaman klien, tetapi pada saat yang sama, membuat penasihat kami lebih efektif dan efisien,” kata Garnica dalam wawancara dengan Bloomberg.
Baca Juga: ICBC Nomor 1, Ini Daftar 30 Bank Terbesar di Dunia Tahun 2026
Nasabah JPMorgan Terima Masukan dari AI
Pemanfaatan AI di JPMorgan private bank dilakukan untuk menyederhanakan berbagai proses yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang.
Teknologi tersebut membantu penasihat mengakses hasil riset dan pandangan investasi JPMorgan dengan lebih cepat.
Nasabah juga dapat menemukan informasi yang relevan melalui situs web dan aplikasi bank.
JPMorgan memastikan bahwa AI tidak sepenuhnya menggantikan peran penasihat.
Teknologi tersebut digunakan sebagai alat bantu agar penasihat dapat menangani pekerjaan dengan lebih efisien dan memiliki lebih banyak waktu untuk melayani nasabah.
"Penggunaan AI memang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas para penasihat, tetapi JPMorgan tetap melihat peran manusia sebagai bagian penting dari bisnis private banking," lanjut Garnica.
Baca Juga: 10 Saham Bank AS Pilihan Miliarder di 2026, Capital One Terfavorit
JPMorgan Tetap Menambah Penasihat
Di tengah sejumlah perusahaan yang mulai melakukan efisiensi tenaga kerja setelah mengadopsi AI, JPMorgan justru masih merekrut dan berinvestasi pada staf private banking.
Mengutip The Business Times, Garnica memperkirakan jumlah penasihat JPMorgan di bisnis private banking kawasan EMEA akan meningkat 10-15% dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa JPMorgan melihat AI bukan semata-mata sebagai teknologi untuk menggantikan pekerja.
Tren serupa juga terlihat di perusahaan pengelola kekayaan lainnya.
Citigroup, misalnya, sebelumnya mengatakan ingin menambah 400 penasihat kekayaan di bisnis perbankan ritelnya di Amerika Serikat serta 100 staf untuk private bank.
Baca Juga: Bank Dunia Berdiskusi dengan Puluhan Negara Mengenai Bantuan Krisis














