kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kabar baik bagi produsen CPO Indonesia, India pangkas pembelian sawit dari Malaysia


Selasa, 15 Oktober 2019 / 05:11 WIB

Kabar baik bagi produsen CPO Indonesia, India pangkas pembelian sawit dari Malaysia
ILUSTRASI. Petani sawit mengangkut hasil kebun mereka untuk dibawa ke lokasi loading Terima Buah Sawit (TBS) di Desa Semoi III, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Pembangunan Ibu Kota Negara yang baru di kawasan Pena


KONTAN.CO.ID - MUMBAI.   Kabar baik  bagi produsen minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) Indonesia. Perusahaan penyulingan India berhenti membeli minyak sawit Malaysia untuk pengiriman bulan November dan Desember. Mereka khawatir New Delhi dapat menaikkan pajak impor atau memberlakukan langkah-langkah lain untuk mengurangi impor dari Kuala Lumpur.

Lima pedagang besar sawit kepada Reuters, Senin (14/10) mengatakan, kekhawatiran kenaikan pajak itu pula membuat mereka memangkas pembelian CPO dari Malaysia.  Pembelian yang lebih rendah oleh India, pembeli terbesar minyak sawit Malaysia pada tahun 2019, dapat menyebabkan persediaan CPO Malaysia menjadi lebih besar. Konsekuensinya, ini bisa menekan harga minyak sawit Malaysia. Sebaliknya, ini bisa menjadi kabar baik bagi Indonesia dalam meningkatkan ekspor sawit ke India.

India saat ini sedang mempertimbangkan untuk membatasi impor beberapa produk dari Malaysia termasuk minyak kelapa sawit sebagai reaksi terhadap pemimpin negara Asia Tenggara itu yang mengkritik New Delhi atas tindakannya di Kashmir.  "Pedagang bingung dua sisi. Mereka tidak tahu bagaimana merencanakan pengiriman mereka," kata Sandeep Bajoria, Kepala Eksekutif Sunvin Group, importir minyak nabati yang berbasis di Mumbai.

Sebagai tindakan pengamananan pasokan, “Pembeli lebih memilih pengiriman Indonesia untuk menghindari kemungkinan dampak tugas yang lebih tinggi," ujar dia lagi,

Adapun  untuk Oktober,  sebagian besar kontrak impor telah ditandatangani, kata dealer yang berbasis di Mumbai .  Perusahaan perdagangan lainnya, menambahkan bahwa impor akan turun mulai November karena kontrak baru tidak ditandatangani dengan penjual Malaysia.


Reporter: Titis Nurdiana
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Video Pilihan

Tag

Close [X]
×