kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45754,18   -2,20   -0.29%
  • EMAS1.007.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kabar baik, jutaan warga Inggris setop merokok sejak pandemi corona


Rabu, 15 Juli 2020 / 09:52 WIB
Kabar baik, jutaan warga Inggris setop merokok sejak pandemi corona
ILUSTRASI. Orang berhenti merokok sejak pandemi Covid-19.

Sumber: BBC | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - LONDON. Survei badan amal Action on Smoking and Health (Ash) Inggris mengungkapkan bahwa ada lebih dari satu orang yang telah berhenti merokok sejak pandemi Covid-19 melanda.

Di antara orang-orang yang telah berhenti tersebut, 41% mengaku berhenti karena virus corona.

Hasil survei dari University College London (UCL) sampai Juni lalu juga menemukan lebih banyak orang yang berhenti merokok. Jumlahnya bahkan jadi yang terbanyak sejak survei dimulai tahun 2007.

Melansir BBC, pemerintah memang memberi pernyataan bahwa perokok berisiko mengalami gejala Covid yang lebih parah.

Penyataan tersebut didasarkan pada 10.000 sampel yang dikumpulkan oleh YouGov atas nama Ash dari 15 April hingga 20 Juni 2020.

Data dari aplikasi Zoe Covid Symptom Tracker juga menyebut bahwa perokok 14% lebih mudah terserang gejala aktif Covid seperti deman, batuk yang berkelanjutan, sampai sesak nafas.

Baca Juga: Hampir 13 juta orang terinfeksi corona, ini 10 negara dengan kasus terbanyak

Aplikasi yang dibuat langsung oleh tim peneliti Rumah Sakit Guy's and St Thomas' serta King's College London tersebut sudah menganalisa data lebih dari 2,4 juta penduduk Inggris.

Berhentinya para perokok di masa pandemi ini juga didasari oleh beberapa faktor. Mulai dari masalah kesehatan, sulitnya mendapatkan rokok di masa isolasi, atau tidak bisa merokok lagi secara sosial.

"Lebih dari satu juta perokok telah berhasil menghentikan kebiasaan merokok mereka sejak Covid-19 menyerang Inggris, tapi itu masih menyisakan hampir lima kali lipat orang yang masih tetap merokok," ungkap direktur Ash, Deborah Arnott, seperti dikutip dari BBC.

Ash secara rutin meluncurkan kampanye berhenti merokok dengan bantuan dana dari Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial. Program ini menargetkan sejumlah wilayah dengan jumlah perokok yang tinggi.



TERBARU

[X]
×