kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.916   3,00   0,02%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Kamboja undang AS dan China gelar latihan militer, untuk apa?


Senin, 01 Juni 2020 / 23:45 WIB


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - PHNOM PENH. Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengundang militer asing untuk melakukan latihan di negaranya, ketika ia menyerukan pendanaan luar negeri untuk membangun dermaga dan memindahkan pusat pelatihan militer.

Namun, melansir Channelnewsasia.com, Hun Sen bersikeras, Kamboja tidak akan mengizinkan keberadaan "pangkalan militer asing di wilayahnya".

The Wall Street Journal tahun lalu melaporkan, rancangan kesepakatan Kamboja dengan China memungkinkan kapal perang Tiongkok merapat dan menyimpan senjata di Pangkalan Angkatan Laut Ream dekat Kota Sihanoukville.

Baca Juga: Ini sumber ketegangan baru antara China dan negara tetangga di Laut China Selatan

Hun Sen, sekutu setia Beijing, sebelumnya telah membantah klaim itu, dan menunjuk pada konstitusi Kamboja yang melarang pangkalan militer asing ada di dalam perbatasan negara Asia Tenggara ini.

"Siapa pun yang ingin mengadakan latihan (militer) di wilayah Kamboja, silakan datang. Kami membuka pintu," kata Hun Sen, Senin (1/6), di Sihanoukville.

Dia mengatakan, Kamboja akan "menyambut semua bantuan dari Amerika Serikat (AS), Prancis, Jepang, dan China" untuk memindahkan pusat pelatihan militer dari Pangkalan Ream ke "lokasi baru".




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×