kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Ke Timor Leste, Clinton berikan beasiswa pelajar


Kamis, 06 September 2012 / 14:47 WIB
ILUSTRASI. Deretan gedung bertingkat di Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.


Reporter: Dyah Megasari, BBC, Reuters |

DILI. Hillary Clinton mencatat sejarah dengan menjadi menteri luar negeri AS pertama yang berkunjung ke Timor Leste sejak negara itu mengumumkan kemerdekaannya pada 2002. Dili menjadi bagian dari tur sebelas hari di enam negara di Asia.

Ia bertemu dengan Presiden Taur Matan Ruak dan Perdana Menteri Xanana Gusmao. Pertemuan ini sekaligus menjadi sejarah baru bagi Tumor Leste yang baru saja melakukan pemilihan umum pada Juli silam.

Kunjungan Clinton, klaim para pejabat AS, adalah upaya untuk meningkatkan stabilitas dan pertumbuhan di Timor Leste, salah satu negara paling miskin di Asia.

"Timor masih dilanda kekerasan. Jalan mereka masih panjang," ujar seorang pejabat senior AS tersebut.

Clinton diperkirakan akan mengumumkan pendanaan sebesar US$ 6,5 juta atau setara dengan Rp 62,1 miliar untuk beasiswa yang memungkinkan pelajar dari Timor Leste bersekolah di AS.

Kunjungan satu harinya dipandang sebagai upaya untuk memupuk harapan negara tersebut agar dapat bergabung dengan ASEAN.

Timor Leste mengajukan aplikasi untuk bergabung dengan ASEAN bulan Maret lalu, tetapi ada kekhawatiran bahwa negara itu masih belum cukup stabil untuk menjadi bagian dari organisasi kawasan tersebut.

"Hal itu menjadi beban bagi Asean," kata seorang pejabat senior yang berada di rombongan Clinton. Sebelumnya, Clinton juga bertemu dengan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).




TERBARU

[X]
×