kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Kekayaan Elon Musk Anjlok Rp248 Triliun Usai Umumkan Partai Politik Baru


Rabu, 09 Juli 2025 / 09:00 WIB
Diperbarui Rabu, 09 Juli 2025 / 08:57 WIB
ILUSTRASI. Kekayaan Elon Musk dilaporkan turun drastis sebesar US$15,3 miliar setelah mengumumkan pendirian partai politik baru bernama "America Party". REUTERS/James Glover II/File Photo


Sumber: Newsweek | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kekayaan Elon Musk dilaporkan turun drastis sebesar US$15,3 miliar (sekitar Rp248 triliun) setelah CEO Tesla tersebut mengumumkan pendirian partai politik baru bernama "America Party".

Pengumuman ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan investor, memengaruhi pasar saham global, dan menyebabkan saham Tesla anjlok hampir 7 persen.

Dampak Langsung ke Saham Tesla

Pengumuman politik Musk dibuat pada Sabtu, dan pada perdagangan Senin, saham Tesla turun 6,8 persen, ditutup di level US$293,94 per saham. Penurunan ini menyebabkan nilai pasar Tesla menyusut lebih dari US$79 miliar, memberikan tekanan besar pada portofolio pribadi Musk yang sebagian besar terkait dengan saham perusahaan kendaraan listrik tersebut.

Baca Juga: Elon Musk Bentuk Partai Politik Baru di AS, Pro Bitcoin!

Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan bersih Elon Musk kini tercatat sekitar US$346 miliar, turun dari US$361 miliar sehari sebelumnya. Kepemilikan sahamnya di Tesla saat ini bernilai sekitar US$121 miliar.

Ketegangan dengan Trump dan Politik yang Berisiko

Masuknya Musk ke dunia politik terjadi di tengah perselisihannya dengan Presiden Donald Trump, meskipun sebelumnya Musk mendukung Trump dalam kampanye pemilu 2024 dan bahkan dipercaya memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah.

Perselisihan memuncak setelah Musk mengkritik "One Big Beautiful Bill Act", sebuah undang-undang belanja besar-besaran yang menurutnya memperburuk defisit dan mencabut insentif untuk kendaraan listrik serta transisi energi.

Trump membalas keras, menyebut partai baru Musk sebagai “lelucon”, dan menuliskan di Truth Social bahwa: “Saya sedih melihat Elon Musk benar-benar keluar jalur. Dia berubah menjadi KEKECAWAAN BESAR dalam lima minggu terakhir.”

Reaksi Pasar dan Pengamat

Beberapa analis dan akademisi menilai langkah politik Musk justru berisiko besar terhadap kinerja Tesla di tengah tantangan global seperti penghapusan subsidi EV dan ketidakpastian tarif.

Scott Lucas, pakar politik dari University of Dublin, menyebut: “Musk mungkin tidak punya cukup kapasitas untuk mengelola Tesla secara penuh bila ia serius membangun partai ini.”

Dan Ives, analis dari Wedbush Securities menambahkan: “Terjun lebih dalam ke dunia politik adalah arah yang bertentangan dengan keinginan pemegang saham Tesla, terutama di saat krusial seperti sekarang.”

Baca Juga: Kalahkan Elon Musk dan Jeff Bezos, Inilah Orang Terkaya Sepanjang Sejarah

Sementara itu, Ivana Delevska, pendiri Spear Invest, menyatakan ke Axios bahwa peluangnya memang besar, namun: “Risiko politik yang dibawa Musk sekarang juga sangat signifikan.”

Jed Dorsheimer, analis William Blair, menyebut dalam catatan risetnya: “Investor mulai lelah dengan distraksi politik Musk, apalagi saat Tesla sangat membutuhkan fokus dan kepemimpinannya.”

Apa Selanjutnya?

Belum jelas apakah Elon Musk akan secara resmi mendaftarkan America Party sebagai partai politik nasional, atau apakah ia berniat mencalonkan diri di masa depan.

Namun jelas, langkah ini telah menimbulkan ketidakpastian baru di pasar dan mengundang pertanyaan besar tentang masa depan Tesla dan peran Musk sebagai CEO.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×