kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Kekayaan Low Tuck Kwong Turun 33,9% Usai Lepas Saham BYAN ke Jhonlin


Selasa, 13 Oktober 2026 / 06:42 WIB
Kekayaan Low Tuck Kwong Turun 33,9% Usai Lepas Saham BYAN ke Jhonlin
ILUSTRASI. Bayan Resources (BYAN) (KONTAN/Arfyana Rahayu)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Kekayaan Low Tuck Kwong merosot tajam setelah ia dan putrinya menjual sebagian kepemilikan saham di perusahaan tambang batu bara Bayan Resources.

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan pengusaha kelahiran Singapura tersebut berkurang US$5,78 miliar atau sekitar Rp103,7 triliun.

Penurunan sebesar 33,9% itu tercatat pada Senin (12/10), sekaligus menjadi kerugian kekayaan dalam satu hari terbesar Low sejak tercatat dalam indeks tersebut.

Penurunan itu juga menjadi yang terdalam di antara miliarder dunia yang dipantau Bloomberg pada hari yang sama.

Setelah penurunan tersebut, kekayaan Low diperkirakan tersisa US$11,3 miliar atau sekitar Rp202,9 triliun. Nilai itu juga menunjukkan kekayaannya telah berkurang lebih dari separuh sejak awal 2026.

Baca Juga: Indonesia Masuk, Ini Daftar Negara dengan Pertumbuhan Ekonomi Tercepat di Asia

Low Tuck Kwong Jual 30,25% Saham Bayan Resources (BYAN)

Berdasarkan keterbukaan informasi Bayan Resources di Bursa Efek Indonesia (BEI), Low Tuck Kwong dan putrinya telah menyelesaikan transaksi penjualan 30,25% saham perusahaan pada 7 Oktober 2026.

Saham tersebut dibeli oleh Jhonlin Baratama, perusahaan investasi milik pengusaha Indonesia Andi Syamsuddin Arsyad yang dikenal sebagai Haji Isam.

Kesepakatan awal transaksi dibuat pada September 2026 dengan porsi saham yang dijual sebesar 30%. Namun, jumlah tersebut kemudian direvisi menjadi 30,25% pada awal Oktober.

Setelah transaksi selesai, kepemilikan saham Low di Bayan Resources turun dari 40,15% menjadi 9,95%. Sementara itu, kepemilikan saham Elaine Low berkurang dari 22,1 persen menjadi 22,05%.

Bloomberg Billionaires Index memperhitungkan saham keluarga yang masih dimiliki Low dalam estimasi kekayaannya karena ia merupakan pendiri Bayan Resources.

Perhitungan tersebut juga mencakup kepemilikan Low di bisnis lain dan aset tunai.

Baca Juga: Indonesia Punya 3.833 Orang Superkaya, Terbanyak Kedua di Asia Tenggara

Kekayaan Low Tuck Kwong Tersisa Rp202,9 Triliun

Setelah mengalami penurunan sebesar US$5,78 miliar, kekayaan Low Tuck Kwong diperkirakan tersisa US$11,3 miliar atau sekitar Rp202,9 triliun.

Nilai tersebut telah berkurang lebih dari separuh dibandingkan awal tahun. Meski demikian, Low masih termasuk salah satu orang terkaya di Indonesia.

Bayan Resources merupakan salah satu produsen batu bara termal terbesar dan paling menguntungkan di Indonesia.

Mengutip The Business Times, perusahaan tersebut membukukan laba bersih US$943 juta dari pendapatan US$3,43 miliar pada tahun sebelumnya, dengan produksi batu bara sekitar 68 juta ton.

Kinerja tersebut menjadikan Bayan sebagai salah satu aset penting dalam portofolio bisnis Low Tuck Kwong.

Perubahan kepemilikan saham perusahaan menjadi faktor penting dalam perkembangan kekayaan sang pengusaha.

Baca Juga: Daftar 20 Negara Produsen Kendaraan Terbesar di Dunia, Ada Indonesia




TERBARU

[X]
×