kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kematian pasien Corona di AS lima kali lebih banyak dari pasien flu


Kamis, 22 Oktober 2020 / 04:56 WIB
Kematian pasien Corona di AS lima kali lebih banyak dari pasien flu
ILUSTRASI. Kematian pasien Corona di AS lima kali lebih banyak dari pasien flu. REUTERS/Ronen Zvulun


Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Tingkat komplikasi lebih tinggi pada COVID-19 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sakit flu parah, menurut sebuah studi baru di Amerika Serikat.

Peneliti membandingkan 3.948 orang dewasa yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 dengan 5.453 dirawat di rumah sakit pada tahun-tahun sebelumnya karena influenza.

Hasil dari penelitian tersebut, disarikan oleh Reuters, pasien flu memiliki lebih tinggi tingkat kondisi medis yang mendasari, seperti penyakit jantung dan diabetes ketimbang pasien Corona.

Meski begitu, pasien COVID-19 memiliki tingkat kematian lima kali lebih tinggi dan sekitar dua kali lipat keharusan masuk unit perawatan intensif. Pasien Corona juga memerlukan jumlah hari perawatan di rumah sakit sekitar dua kali lipat lebh lama daripada pasien flu.

Kematian pasien Corona di AS lima kali lebih banyak dari pasien flu

Baca Juga: Rahasia Doni Monardo berdekatan dengan pejabat terkena corona tapi tak tertular!

Para pasien corona yang diteliti juga memiliki tingkat komplikasi penyakit lebih banyak. Ada 17 komplikasi penyakit berbeda termasuk yang melibatkan paru-paru, darah, jantung, pembuluh darah, sistem saraf, ginjal dan hati.

Studi yang diterbitkan pada hari Selasa (20/10) di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS tersebut juga menemukan bahwa risiko komplikasi COVID-19 lebih tinggi di antara orang kulit hitam, Hispanik, dan pasien non-kulit putih lainnya.

"Kesenjangan ini memberikan bukti lebih lanjut bahwa kelompok ras dan etnis minoritas di AS dipengaruhi oleh COVID-19 secara tidak proporsional," kata para peneliti.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×