kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45753,89   -6,43   -0.85%
  • EMAS1.006.000 0,00%
  • RD.SAHAM 1.46%
  • RD.CAMPURAN 0.61%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Rekor, dana pensiun pemerintah Jepang cetak keuntungan Rp 1.656 triliun


Jumat, 07 Agustus 2020 / 16:22 WIB
Rekor, dana pensiun pemerintah Jepang cetak keuntungan Rp 1.656 triliun
ILUSTRASI. Bendera Jepang

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perusahaan dana investasi pensiun milik pemerintah Jepang, Government Pension Investment Fund (GPIF), membukukan rekor keuntungan pada kuartal II 2020 setelah saham-saham domestik maupun saham asing yang jadi portofolio perusahaan itu rebound dari level terendah pada Maret.

Sumber Bloomberg menyebut dana pensiun terbesar di dunia itu menghasilkan lebih dari 12 triliun yen atau sekitar Rp 1.656 triliun pada kuartal tersebut. Berita itu pertama kali juga dikabarkan Kyodo New tanpa menyebut sumber informasinya.

Baca Juga: Terimbas wabah corona, imbas hasil investasi dana pensiun turun

Keuntungan tersebut melampaui rekor sebelumnya yakni 10,5 triliun yen pada akhir 2016 setelah kemenangan pemilihan presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. GPIF yang memiliki aset 150,63 triliun yen pada akhir Maret, akan merilis hasil kinerja kuartal II pada hari Jumat (7/8).

Sementara pada kuartal I 2020, Dana Pensiun Pemerintah Jepang tersebut mencatatkan rekor kerugian mencapai 17,7 triliun Yen saat guncangan awal yang diakibatkan pandemi Covid-19 terhadap pasar di seluruh dunia.

Hiroshi Matsumoto, Kepala Investasi Jepang di Pictet Asset Management Ltd Tokyo mengatakan, ketidakpastian dan volatilitas akan terus menjadi isu jangka panjang untuk pelaku pasar. "Salah satu poin terbesarnya adalah tingkat rate yang rendah kemungkinan masih akan berlanjut untuk beberapa saat," ujarnya.

Baca Juga: Sempet tertekan, ROI DPLK mulai tumbuh positif pada Juni 2020

Walaupun saat ini tidak segera mengubah portofolionya, namun itu kemungkinan besar akan dipertimbangkan GPIF saat melihat dampak jangka panjang Covid-119 terhadap portofolionya," katanya dikutip Bloomberg, Kamis (6/8).



TERBARU

[X]
×