Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID – WUHU. Produsen otomotif asal China, Chery, semakin agresif memperluas pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Inggris. Perusahaan berencana meluncurkan sport utility vehicle (SUV) listrik baru melalui merek iCAR pada awal 2027 untuk merebut pangsa pasar yang terus berkembang di negara tersebut.
Mengutip Reuters (15/10), Chery akan memperkenalkan SUV listrik berkapasitas lima penumpang tersebut sekitar tiga tahun setelah perusahaan memasuki pasar Inggris melalui merek Omoda.
Chery International, divisi ekspor perusahaan, menyatakan bahwa merek iCAR kini telah dipasarkan di 40 negara. Ekspansi ke Inggris menjadi bagian dari upaya Chery memperkuat kehadirannya di pasar otomotif Eropa, terutama di tengah meningkatnya persaingan kendaraan listrik.
Hingga September 2026, seluruh merek di bawah naungan Chery telah menguasai sekitar 7% pangsa pasar otomotif Inggris. Capaian tersebut menempatkan Chery sebagai produsen mobil asal China dengan penjualan tertinggi di negara itu.
Berdasarkan data Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT), Chery juga menempati posisi kedua dalam daftar merek mobil dengan penjualan terbesar di Inggris secara keseluruhan, tepat di bawah Volkswagen.
Baca Juga: Aturan Modal Diperketat, UBS Ancam Angkat Kaki dari Swiss
Kehadiran iCAR akan melengkapi portofolio merek Chery yang lebih dahulu merambah pasar Inggris, yakni Omoda, Lepas, dan Jaecoo. Dengan tambahan merek tersebut, Chery berupaya menjangkau lebih banyak konsumen sekaligus memperkuat persaingan di pasar kendaraan listrik.
Ekspansi Chery berlangsung ketika produsen otomotif Eropa menghadapi tekanan persaingan dari pabrikan China yang menawarkan kendaraan dengan harga lebih kompetitif. Di saat bersamaan, kebijakan tarif turut menambah tantangan bagi industri otomotif global, khususnya dalam menjaga daya saing harga dan mempertahankan pangsa pasar.
Langkah Chery memperkenalkan SUV listrik baru juga menunjukkan ambisi produsen China untuk terus memperluas penetrasi di pasar Eropa. Bagi produsen otomotif tradisional di kawasan tersebut, bertambahnya pilihan kendaraan dari China berpotensi semakin menekan persaingan harga dan memaksa mereka memperkuat strategi produk.
Baca Juga: Laba TSMC Melonjak 69% pada Kuartal III 2026, Tembus Rekor Berkat AI














