kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Klub Sepak Bola Terkaya Eropa Makin Tajir, Pendapatan Komersial Jadi Andalan


Kamis, 22 Oktober 2026 / 14:01 WIB
Klub Sepak Bola Terkaya Eropa Makin Tajir, Pendapatan Komersial Jadi Andalan
ILUSTRASI. Pendapatan komersial mendominasi bisnis klub sepak bola terkaya Eropa, sementara kesenjangan finansial antarklub semakin lebar. (Action Images via Reuters/Andrew Boyers)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - MADRID. Klub-klub sepak bola terkaya di Eropa semakin mengandalkan bisnis komersial untuk memperkuat pendapatan dan mempertahankan dominasi finansial mereka. Meski industri sepak bola Eropa terus berkembang, kesenjangan pendapatan antara klub elite dan klub lainnya justru semakin lebar.

Laporan konsultan Football Benchmark bersama World Football Summit menunjukkan, pendapatan komersial dan sumber pendapatan lainnya menyumbang hampir separuh dari total pendapatan operasional 10 klub sepak bola berpendapatan tertinggi pada musim 2024/2025.

Perubahan ini menandai pergeseran model bisnis sepak bola Eropa, dengan aktivitas komersial mulai mengungguli hak siar sebagai sumber pendapatan utama.

Pada musim 2024/2025, kontribusi pendapatan komersial dan sumber pendapatan lainnya mencapai 49% dari total pendapatan operasional 10 klub teratas. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan 32% pada musim 2008/2009.

Sebaliknya, kontribusi pendapatan dari hak siar, termasuk distribusi dari UEFA, turun dari 42% menjadi 32%. Sementara itu, pendapatan stadion dan pertandingan atau matchday menyusut dari 27% menjadi 19%.

Baca Juga: IMF Ramal Ekonomi Timur Tengah dan Afrika Utara Kontraksi 1,3% pada 2026

Penurunan kontribusi tersebut bukan berarti penerimaan klub mengalami penurunan secara nominal. Sebaliknya, total pendapatan operasional gabungan 10 klub terkaya Eropa meningkat lebih dari tiga kali lipat selama 16 tahun, dari 2,7 miliar euro menjadi 8,4 miliar euro.

Pendapatan Komersial Geser Dominasi Hak Siar

Pergeseran sumber pendapatan klub sepak bola Eropa berlangsung dalam dua tahap. Pendapatan komersial mulai melampaui hak siar pada awal 2010-an.

Hingga musim 2018/2019, peningkatan kontribusi pendapatan komersial terutama terjadi seiring penurunan porsi pendapatan pertandingan. Kontribusi pendapatan pertandingan turun menjadi 16%, sedangkan porsi hak siar hanya menyusut menjadi 40%.

Menurut laporan tersebut, perubahan ini beriringan dengan digitalisasi dan internasionalisasi sepak bola melalui media sosial serta berbagai platform digital baru. Perkembangan tersebut membuka peluang bagi klub untuk menjangkau penggemar lintas negara sekaligus memperluas potensi pendapatan komersial.

Setelah pandemi Covid-19, tekanan terhadap kontribusi hak siar semakin terlihat. Porsi pendapatan hak siar turun dari 38% pada musim 2021/2022 menjadi 32% pada 2024/2025. Pada periode yang sama, pendapatan pertandingan kembali pulih.

Laporan itu juga menegaskan bahwa kategori pendapatan komersial mencakup sumber pendapatan lainnya sehingga tidak bisa disamakan hanya dengan pendapatan sponsor.

Industri Sepak Bola Eropa Tumbuh, Kesenjangan Makin Lebar

Studi Football Benchmark dan World Football Summit menggunakan data laporan keuangan UEFA, Deloitte Football Money League, serta analisis internal Football Benchmark.

Football Benchmark menyediakan layanan konsultasi dan analisis data bagi klub, liga, badan pengelola, serta investor di industri sepak bola. Sementara itu, World Football Summit menyelenggarakan berbagai kegiatan dan inisiatif yang mempertemukan eksekutif sepak bola dengan pelaku bisnis untuk mengembangkan kemitraan dan peluang komersial.

Secara keseluruhan, pendapatan operasional sekitar 700 klub kasta tertinggi di Eropa meningkat dari 11,6 miliar euro pada musim 2008/2009 menjadi 28,6 miliar euro pada 2023/2024. Laporan tersebut memperkirakan total pendapatan industri itu melampaui 30 miliar euro untuk pertama kalinya pada musim 2024/2025.

Baca Juga: Putin Sepakati Perundingan Damai Rusia-Ukraina, Bisa Dimulai November 2026

Jumlah klub yang mampu membukukan pendapatan besar juga meningkat. Sebanyak 33 klub mencatatkan pendapatan lebih dari 200 juta euro pada musim 2024/2025, dibandingkan hanya delapan klub pada 2008/2009.

Sementara itu, jumlah klub dengan pendapatan di atas 300 juta euro bertambah dari tiga menjadi 17 klub.

Namun, pertumbuhan industri tersebut tidak tersebar merata. Liga Inggris atau Premier League semakin memperkuat posisinya dalam peta bisnis sepak bola Eropa.

Klub-klub Premier League menyumbang 26% dari total pendapatan klub kasta tertinggi Eropa pada musim 2023/2024, naik dari 21% pada 2008/2009.

Dominasi Inggris juga terlihat dari daftar klub dengan pendapatan tertinggi. Enam klub Inggris masuk dalam 10 besar pada musim 2024/2025, dibandingkan empat klub pada awal periode pengamatan. Sebaliknya, jumlah klub Italia dalam daftar tersebut turun dari tiga menjadi nol.

Direktur Advisory Football Benchmark Antonio Di Cianni mengatakan, pertumbuhan industri sepak bola tidak berlangsung secara merata karena klub-klub terkaya mampu meningkatkan pendapatan lebih cepat dibandingkan pesaingnya.

“Pertumbuhan tersebut tidak merata. Klub-klub terkaya menjadi semakin kaya dengan laju yang lebih cepat dibandingkan klub-klub lainnya,” kata Di Cianni kepada Reuters.

“Berkat basis penggemar global mereka, klub-klub ini telah menjadi kekuatan besar di industri media. Saat ini, kita tidak bisa lagi menganggap mereka sekadar klub sepak bola.”

Di Cianni juga menyoroti format baru Liga Champions yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan terbesar di antara kompetisi antarklub UEFA. Perubahan tersebut dinilai turut memperkuat konsentrasi pendapatan karena klub-klub domestik terbesar memiliki peluang lebih besar untuk berpartisipasi.

“Hal ini menjadi siklus yang menguntungkan atau merugikan, tergantung dari sudut pandang yang digunakan. Semakin besar pendapatan yang dihasilkan klub-klub ini, semakin baik skuad yang dapat mereka bangun, dan semakin baik pula hasil yang mereka raih di lapangan,” ujarnya.

Kondisi tersebut memperlihatkan hubungan antara kekuatan finansial dan prestasi olahraga. Pendapatan yang lebih besar memungkinkan klub merekrut pemain berkualitas, memperkuat skuad, dan meningkatkan peluang meraih gelar. Prestasi kemudian berpotensi memperbesar daya tarik klub bagi penggemar, sponsor, dan mitra komersial.

Hak Siar Tetap Penting bagi Klub Kecil dan Menengah

Meski pendapatan komersial menjadi sumber pertumbuhan utama, hak siar masih memegang peranan penting, khususnya bagi klub-klub kecil dan menengah.

Pada periode 2014/2015 hingga 2023/2024, pendapatan komersial dan sumber pendapatan lainnya menjadi aliran pendapatan utama dengan pertumbuhan tercepat di sepak bola kasta tertinggi Eropa.

Baca Juga: Merger Tesla dan SpaceX Terancam Terganjal China, Ini Penyebabnya

Pendapatan kategori tersebut meningkat dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 7% hingga mencapai 12,6 miliar euro.

Menurut laporan itu, kontrak komersial jangka panjang juga membantu menjadikan sumber pendapatan tersebut lebih tahan terhadap gejolak selama pandemi.

Kendati demikian, hak siar tetap menjadi sumber pendapatan penting. Penerimaan hak siar domestik meningkat dari 5,8 miliar euro menjadi 8,5 miliar euro dalam periode tersebut. Sementara itu, distribusi pendapatan dari UEFA hampir dua kali lipat menjadi 3,2 miliar euro.

Pendapatan pertandingan juga menunjukkan pemulihan setelah pandemi. Penerimaan dari aktivitas pertandingan meningkat dari 500 juta euro pada musim 2020/2021 menjadi 4,4 miliar euro pada 2023/2024, melampaui level sebelum pandemi.

Peningkatan pendapatan tersebut berjalan beriringan dengan kenaikan valuasi klub. Football Benchmark memperkirakan nilai perusahaan gabungan dari 32 klub paling bernilai di Eropa mencapai 72,6 miliar euro pada 2026, hampir tiga kali lipat dibandingkan nilai pada 2016.

Namun, kenaikan valuasi belum banyak mengubah susunan elite finansial sepak bola Eropa. Hanya 11 klub yang tercatat dalam kelompok 10 klub dengan valuasi tertinggi selama periode satu dekade tersebut.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×