kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Komisi Perdagangan AS paksa Altria divestasi saham di Juul


Kamis, 02 April 2020 / 18:10 WIB
Komisi Perdagangan AS paksa Altria divestasi saham di Juul
ILUSTRASI. JUUL e-cigarette

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (AS) atau Federal Trade Commission (FTC) menyatakan bahwa pihaknya telah mengajukan keluhan dan memaksa produsen Marlboro Altria Group untuk menjual investasinya di produsen rokok elektrik (e-rokok) Juul Labs Inc.

Dalam pernyataannya yang diumumkan, Rabu (1/4) yang dikutip Reuters, Kamis (2/4) FTC mengaku telah menyelidiki keputusan Altria untuk membeli 35% saham Juul yang sebelumnya diumumkan pada bulan Desember 2018 senilai US$ 12,8 miliar. Nah, nilai investasi tersebut telah menyusut menjadi US$ 4,2 miliar, menyusul serangkaian penghapusbukuan atau writedown tahun lalu, ketika Juul menghadapi litigasi dan meningkatnya pengawasan dari regulator atas kontribusi perusahaan terhadap lonjakan vaping (konsumsi e-rokok) remaja.

Baca Juga: Ini alasan JUUL hentikan sementara suplai produk barunya di Indonesia

Altria dan Juul sebelumnya pernah menjadi pesaing di pasar e-rokok, FTC dalam tuduhannya menyebut kalau pembuat e-rokok terkemuka di tahun 2018, Altria telah menghadapi persaingan sengit. Sebagai upaya untuk lolos dari persaingan tersebut, Altria pun diduga menyetujui perjanjian untuk tidak bersaing dengan Juul dengan imbalan berupa kepemilikan saham di Juul. 

"Altria dan Juul beralih dari pesaing ke kolaborator dengan menghilangkan persaingan dan berbagi dalam keuntungan Juul," kata Ian Conner, Direktur Biro Persaingan FTC.

Juul sampai saat ini tidak menanggapi permintaan komentar. Altria di sisi lain berencana untuk tetap mempertahankan investasi di Juul ke depan. "Kami percaya bahwa investasi kami di Juul tidak membahayakan persaingan dan FTC telah memahami fakta tersebut," kata Murray Garnik, Executive Vice Presiden dan Penasihat Umum Altria.

Asal tahu saja, produk Altria yakni MarkTen memang pada satu titik menjadi e-rokok terpopuler kedua di AS. Dus, FTC menilai Altria menanggapi ancaman Juul terhadap bisnisnya dengan menyetujui untuk tidak bersaing dengan Juul.

Nah, Altria pun sebelumnya secara resmi mengumumkan investasi di Juul pada Desember 2018 telah menghentikan produksi e-rokok MarkTen beberapa minggu sebelumnya. Pernyataan FTC adalah awal dari yang kemungkinan bakal menjadi proses panjang dan menambah serangkaian pukulan regulator kepada Juul selama setahun terakhir.

Baca Juga: Administrasi Trump akan melarang beberapa varian rasa rokok elektrik di AS

Juul pun sebelumnya telah sempat dipaksa untuk berhenti menjual perasa e-rokok yang populer seperti mangga dan mint di AS setelah ditekan oleh regulator dan pemangku kebijakan. Perusahaan ini juga sedang menghadapi tenggat waktu untuk membuktikan bahwa produknya bersih dan aman dikonsumsi bagi kesehatan masyarakat, yang berhenti mereka membantu perokok untuk berhenti ketimbang menarik perhatian remaja atau bukan perokok untuk mencoba produknya.

Bila FTC terbukti, maka Altria sebagai investor terbesar bakal divestasi paksa di Juul. Praktis hal ini akan menimbulkan pertanyaan besar untuk masa depan produsen e-rokok. Meski investasi di Juul belum menguntungkan Altria, pihaknya tetap membiarkan Juul untuk bereksperimen. Altria percaya bahwa Juul bisa memainkan peran utama dalam mengimbangi penurunan penjualan rokok.

Namun kelihatannya hal tersebut sulit tercapai, lantaran perusahaan memproyeksikan penjualan rokok AS turun lebih dalam sebesar 6% dari proyeksi awal 4% di tahun ini.



TERBARU

[X]
×