Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas stabil pada Jumat (27/2/2026) dan berada di jalur untuk kenaikan bulanan ketujuh berturut-turut karena ketidakpastian atas kebijakan tarif AS dan ketegangan AS-Iran meningkatkan daya tarik logam sebagai aset safe haven.
Mengutip Reuters, harga spot emas stabil di US$ 5.185,54 per ons pada pukul 1202 GMT. Logam mulia ini telah naik 6,5% sejauh ini di bulan Februari, sehingga kenaikan selama tujuh bulan mencapai 58%.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April naik 0,1% menjadi US$ 5.201,70.
Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun ke level terendah tiga bulan pada hari itu.
"Ada dua hal (yang mendukung emas). Pertama adalah ketidakpastian tarif di pasar saat ini, dan di sisi lain, situasi Iran dan AS," kata analis ANZ, Soni Kumari.
Baca Juga: Pengangguran Jerman Masih di Atas 3 Juta, Pemulihan Belum Terlihat
Amerika Serikat dan Iran mengadakan pembicaraan tidak langsung di Jenewa pada hari Kamis mengenai perselisihan nuklir mereka yang telah berlangsung lama, dengan mediator Oman mengatakan kedua pihak telah mencapai kemajuan.
Mereka berencana untuk melanjutkan negosiasi minggu depan dengan diskusi tingkat teknis di Wina.
"Putaran pembicaraan terbaru belum menghasilkan hasil yang jelas, sehingga risiko geopolitik tetap ada tetapi tidak meningkat. Hal ini membuat harga emas tetap tinggi, meskipun belum memberikan momentum yang cukup untuk membentuk tren bullish yang berkelanjutan," kata Linh Tran, analis pasar senior di XS.com.
AS mulai memberlakukan tarif impor global sementara sebesar 10% pada hari Selasa. Namun, tarif tersebut akan naik menjadi 15% untuk beberapa negara, kata Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.
Baca Juga: Serangan Udara Pakistan Hantam Kabul, Ledakan Berantai Picu Kepanikan Warga
Dari sisi data ekonomi, jumlah warga Amerika yang mengajukan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran sedikit meningkat minggu lalu, tetapi tingkat pengangguran tetap stabil pada bulan Februari.













