kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Korea Selatan Mabuk Resesi


Kamis, 22 Januari 2009 / 13:31 WIB


Sumber: Reuters |


SEOUL. Perekonomian Korea Selatan menyusut dalam jumlah yang paling besar untuk kedua kalinya pada kuartal terakhir tahun lalu. Kondisi ini semakin mendorong Korsel pada resesi pertama sejak krisis finansial Asia sekaligus membuka jalan untuk pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut.

Data itu dirilis hari Kamis (22/1) bersamaan dengan suramnya potret perekonomian dan sejumlah angka ekspor yang dirilis oleh Jepang maupun China. Gerojokan angka ini semakin membuktikan bahwa resesi yang paling buruk dalam satu dekade terakhir menyeret negara-negara dengan perekonomian besar di Asia.

"Lemahnya angka ini akan membuat para pemangku kebijakan habis-habisan mengupayakan segala langkah untuk menyokong ekonomi," jelas Kim Jae-hong, Economist Shinyoung Securities. Ia menambahkan, "Pada awalnya saya mengira bahwa Bank of Korea akan menghentikan pemangkasan suku bunga acuan ini sekitar 1,75% tapi sepertinya akan lebih besar dari itu. Bahkan, bank sentral juga bisa menyuntikkan dana segar."

Bank Sentral mengatakan, GDP di negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia ini menjadi sebesar 5,6% di kuartal keempat tahun lalu dari tiga bulan sebelumnya, dua kali lebih besar ketimbang yang diprediksikan oleh para ekonom.

Penurunan yang lebih curam daripada yang dihitung semula, dan masih lemahnya ekspor, kemungkinan akan membikin prediksi pertumbuhan bank sentral akan menyusut 2%.

Ekonom membeberkan, muramnya data semakin meningkatkan peluang untuk digerojokannya stimulus pemerintah maupun bank sentral dalam jumlah yang lebih besar lagi.




TERBARU

[X]
×