kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Korea Utara Membahas Perubahan Pembatasan Covid-19


Minggu, 29 Mei 2022 / 12:12 WIB
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memimpin rapat politbiro Partai Buruh, di tengah pandemi penyakit virus corona dalam foto yang dirilis Agensi Berita Sentral Korea (KCNA) pada Rabu (18/5/2022). KCNA via REUTERS


Sumber: KCNA,Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Para pejabat tinggi Korea Utara membahas revisi pembatasan anti epidemi pada Minggu, ketika mereka menilai situasi wabah Covid-19 di negara itu membaik.

Menurut laporan Media Pemerintah KCNA, yang dikutip Reuters Minggu (29/5) menyebutkan, sebuah pertemuan politbiro yang dipandu oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membuat evaluasi positif tentang situasi pandemi yang dikendalikan dan ditingkatkan di seluruh negeri dan membahas isu-isu untuk terus menstabilkan dan meningkatkan situasi anti epidemi secara keseluruhan," kata kantor berita KCNA.

Korea Utara melaporkan tidak ada kematian baru di antara pasien demam untuk hari kedua berturut-turut, dan mengatakan 89.500 orang lagi menunjukkan gejala demam pada hari Minggu.

Baca Juga: Langkah China Keluar dari Pembatasan Covid-19 Tidak Merata, Beijing Masih Ketat

Jumlah itu turun dari hampir 400.000 sekitar 11 hari yang lalu.

Korea Utara telah memerangi gelombang Covid yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak menyatakan keadaan darurat dan memberlakukan penguncian nasional bulan ini, memicu kekhawatiran tentang kurangnya vaksin, pasokan medis, dan makanan.

Upaya untuk memperkuat tindakan anti-epidemi sedang dilakukan di seluruh Korea Utara, termasuk mengumpulkan air hujan, memeriksa obat-obatan yang tahan virus dan mendirikan tempat karantina, kata KCNA.




TERBARU

[X]
×