Korea Utara Menyebut Rudal Jelajahnya Disiapkan untuk Membawa Senjata Nuklir

Kamis, 13 Oktober 2022 | 10:24 WIB Sumber: Reuters
Korea Utara Menyebut Rudal Jelajahnya Disiapkan untuk Membawa Senjata Nuklir

ILUSTRASI. Berita tentang Korea Utara yang menembakkan rudal balistik ke arah laut di lepas pantai timurnya, di Seoul, Korea Selatan, 25 September 2022. REUTERS/Kim Hong-Ji


KONTAN.CO.ID - PYONGYANG. Korea Utara akhirnya mengkonfirmasi bahwa rudal jelajah yang baru mereka uji coba memang disiapkan untuk membawa senjata nuklir. Pemimpin mereka, Kim Jong Un, pun hadir langsung untuk mengawasi uji coba.

Media resmi Korea Utara, KCNA, pada hari Kamis (13/10) menjelaskan bahwa uji coba penembakan di hari Rabu (12/10) ditujukan untuk meningkatkan efisiensi tempur dan kekuatan rudal jelajah untuk operasi nuklir taktis.

Mengutip pernyataan Kim, KCNA menyebut peluncuran rudal adalah bentuk peringatan yang jelas untuk musuh mereka.

"Negara harus terus memperluas lingkup operasional angkatan bersenjata strategis nuklir untuk secara tegas mencegah setiap krisis militer penting dan krisis perang setiap saat dan sepenuhnya mengambil inisiatif di dalamnya," ungkap Kim.

Baca Juga: Korea Utara Tembakkan Dua Rudal Balistik dalam Peluncuran Ketujuh Baru-baru Ini

KCNA juga melaporkan bahwa Kim pada hari Senin (10/10) telah memandu latihan taktis nuklir yang menargetkan Korea Selatan selama dua minggu terakhir. 

Dua rudal yang ditembakkan pada hari Rabu terbang selama 10.234 detik dan diklaim mampu menyerang target berjarak 2.000 km dengan tepat sasaran.

Uji coba hari Rabu semakin menegaskan besarnya peran nuklir dalam arah pembangunan militer Korea Utara. Meskipun demikian, belum bisa dipastikan pula apakah Korea Utara dapat membangun hulu ledak yang cukup kecil untuk sebuah rudal jelajah.

Baca Juga: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Pantau Latihan Militer

Mengutip Reuters, Kim tahun lalu mengatakan bahwa mengembangkan hulu ledak nuklir yang lebih kecil adalah tujuannya. 

Para analis menilai rudal jelajah dan rudal rudal balistik jarak pendek yang dapat dipersenjatai dengan hulu ledak konvensional atau nuklir sangat mengganggu kestabilan, karena tidak jelas jenis hulu ledak yang mereka bawa.

"Rudal jelajah, angkatan udara, dan perangkat nuklir Korea Utara mungkin tidak lebih baik dari apa yang mereka propagandakan. Tapi, akan menjadi kesalahan jika mengabaikan uji coba baru-baru ini dan melihatnya hanya sebagai gertakan," ungkap Leif-Eric Easley, seorang profesor di Universitas Ewha di Seoul.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru