Korsel Lacak Dua Rudal Jelajah Meluncur di Pantai Barat Korut pada Rabu (17/8) Pagi

Rabu, 17 Agustus 2022 | 15:43 WIB Sumber: Reuters
Korsel Lacak Dua Rudal Jelajah Meluncur di Pantai Barat Korut pada Rabu (17/8) Pagi

ILUSTRASI. Sebuah rudal diluncurkan di lokasi tak disebutkan di Korea Utara, Selasa (11/1/2022).


KONTAN.CO.ID - SEOUL. Otoritas militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara telah menembakkan dua rudal jelajah pada hari Rabu (17/8) pagi. Rudal meluncur dari wilayah pantai barat negara tersebut.

Dilansir dari Reuters, otoritas militer Korea Selatan dan AS sedang menganilisis rincian peluncuran rudal tersebut, termasuk seberapa jauh jangkauannya.

Peluncuran dua rudal jelajah dari pantai Onchon ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan Korea Utara dalam dua bulan terakhir. Negara ini memang sedang sibuk melawan wabah Covid-19 yang baru dikonfirmasi kehadirannya bulan Mei lalu.

Baca Juga: Korea Selatan Dorong Peningkatan Hubungan dengan Jepang

Pekan lalu, Korea Utara menyatakan telah berhasil memenangkan pertempuran melawan Covid-19. Deklarasi tersebut tentunya diragukan banyak pakar di seluruh dunia, mengingat rendahnya kualitas medis dan minimnya tingkat vaksinasi di negara itu.

Dalam laporan terpisah, adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, justru menyalahkan selebaran propaganda dari Korea Selatan sebagai pembawa virus. Ia pun bersumpah akan melakukan pembalasan mematikan kepada tetangganya tersebut.

Baca Juga: Surati Kim Jong Un, Pemimpin Separatis Donetsk Incar Kerja Sama dengan Korea Utara

Terlepas dari itu, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada hari Rabu menyatakan kesediaannya untuk memberikan bantuan ekonomi bertahap ke Korea Utara. Syaratnya, Korea Utara harus mau mengakhiri pengembangan senjata nuklir dan memulai denuklirisasi.

Korea Selatan sendiri baru saja menyelesaikan latihan pertahanan rudal balistik di lepas pantai Hawaii pekan lalu bersama dengan AS dan Jepang. 

Latihan tersebut merupakan latihan sejenis pertama sejak 2017. Hubungan antara Korea Selatan dan Jepang sempat ada di titik terendah pada tahun 2019 karena perselisihan sejarah terkait masa pendudukan Jepang di semenanjung Korea pada 1910-1945.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru