kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 16.994   -16,00   -0,09%
  • IDX 7.112   90,19   1,28%
  • KOMPAS100 980   12,74   1,32%
  • LQ45 723   8,92   1,25%
  • ISSI 249   4,22   1,73%
  • IDX30 393   5,10   1,32%
  • IDXHIDIV20 490   4,71   0,97%
  • IDX80 110   1,50   1,38%
  • IDXV30 134   1,50   1,13%
  • IDXQ30 127   1,12   0,89%

KTT Trump-Xi Bisa Mundur Sebulan, Hubungan Perdagangan AS-China Tak Terganggu


Selasa, 17 Maret 2026 / 07:51 WIB
KTT Trump-Xi Bisa Mundur Sebulan, Hubungan Perdagangan AS-China Tak Terganggu
ILUSTRASI. Bendera AS dan China (Ng Han Guan/Pool/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan pada Senin (17/3/2026 bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan China tetap stabil, dan sengketa perdagangan atau pelayaran dengan China tidak akan menjadi alasan penundaan kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing.

Bessent, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyelesaikan dua hari perundingan di Paris yang membuka potensi kesepakatan untuk ktt yang sangat dinantikan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping pada awal April.

Baca Juga: Rio Tinto Akhirnya Kuasai Lahan Tambang Resolution Copper, Perjuangan Bertahun-tahun

Namun, Trump menyatakan sedang mempertimbangkan penundaan perjalanan selama sebulan karena perang AS di Iran.

Trump sebelumnya meminta China dan negara lain membantu kapal-kapal agar bisa transit aman melalui Selat Hormuz setelah Iran menutup jalur pengiriman minyak vital tersebut.

Bessent kepada wartawan menegaskan bahwa penundaan kemungkinan hanya karena Trump perlu tetap di Washington sebagai panglima tertinggi militer AS.

"Ini tidak ada hubungannya dengan China yang membuat komitmen di Selat Hormuz. Tentu akan menguntungkan mereka untuk melakukannya, tapi penundaan ini bukan karena permintaan presiden tidak dipenuhi," ujar Bessent.

Ia menambahkan bahwa perundingan di Paris "konstruktif dan menunjukkan stabilitas hubungan."

Di media sosial X, Bessent menyebut kedua negara "sedang berada di jalur yang baik menuju pertemuan berikutnya" antara Trump dan Xi.

Baca Juga: Trump Klaim Bisa Lakukan Apa Saja dengan Kuba di Tengah Ketegangan dan Krisis Energi

Perundingan Perdagangan

Negosiator perdagangan utama China Li Chenggang menggambarkan pertemuan di kantor OECD Paris sebagai "konsultasi mendalam, jujur, dan konstruktif", dengan kedua pihak berkomitmen untuk menjaga stabilitas tarif bilateral.

Greer menyebut kedua pihak telah menyepakati kerangka umum “rencana kerja” yang menjadi dasar kesepakatan bagi Trump dan Xi ketika bertemu.

Penundaan potensial justru memberikan lebih banyak waktu untuk menyempurnakan proposal tersebut.

Proposal mencakup ekspansi ekspor AS untuk produk pertanian dan energi, serta pembentukan mekanisme formal untuk mengelola perdagangan dengan China, yang mungkin dinamai Dewan Perdagangan AS-China (U.S.-China Board of Trade).

Mekanisme ini akan membantu menentukan apa saja yang sebaiknya diimpor dari China dan diekspor ke China, agar kedua negara bisa fokus pada area dengan keuntungan bersama.

Kesepakatan mengenai garis besar mekanisme ini, termasuk versi awal “Dewan Investasi” untuk menangani isu investasi, pertama kali dilaporkan Reuters pada Minggu malam.

Baca Juga: AS dan Korsel Sepakat: Selat Hormuz Kunci Harga Minyak Global

Investigasi Perdagangan

Li menambahkan bahwa China juga menyampaikan keprihatinan serius terkait investigasi praktik perdagangan tidak adil AS di bawah Section 301, yang menarget China dan beberapa mitra dagang lain terkait kapasitas industri berlebih dan produk yang dibuat dengan tenaga kerja paksa.

Investigasi ini berpotensi memicu tarif baru dalam beberapa bulan mendatang, setelah Mahkamah Agung AS pada akhir Februari membatalkan tarif global luas yang diterapkan Trump melalui undang-undang darurat.

"Kami akan mengikuti perkembangan investigasi ini dengan cermat, dan mengambil langkah-langkah yang relevan untuk melindungi hak dan kepentingan sah China pada waktu yang tepat," kata Li.

Baca Juga: Nvidia Bidik Peluang US$1 Triliun dari Chip AI, Fokus ke Inference Computing

Tantangan KTT Beijing

Perundingan di Paris mengikuti beberapa pertemuan tahun lalu antara He, Bessent, Greer, dan Li untuk meredakan ketegangan.

Namun, dengan waktu persiapan terbatas dan perhatian Washington tertuju pada perang AS-Israel di Iran, analis perdagangan menilai peluang terobosan besar dalam perdagangan tetap terbatas, baik di Paris maupun dalam ktt Beijing.

Josh Lipsky, ketua ekonomi internasional di Atlantic Council Washington mengatakan, Iran kemungkinan akan menjadi fokus utama pertemuan Trump-Xi dalam dua minggu, dan penundaan sebulan akan mengurangi peluang itu.

"Saya pikir ini sinyal bahwa kedua pihak berharap dengan memindahkan pertemuan ke akhir April, mereka akan memiliki pertemuan seperti yang selalu mereka rencanakan, bukan pertemuan yang didominasi isu Iran. Penundaan ini juga memberi mereka waktu lebih untuk menyusun agenda," ujar Lipsky.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×