Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - DUBAI. Perusahaan minyak milik negara Arab Saudi, Saudi Aramco, cetak kinerja moncer dengan laba bersih melonjak 34,5% pada kuartal III-2026. Hal tersebut tercapai meskipun terjadi serangan yang menargetkan Saudi Aramco.
Kenaikan laba bersih Saudi Aramco terutama terjadi karena pendapatan yang lebih tinggi dan keluarnya perusahaan dari usaha patungan.
Eksportir minyak terbesar di dunia ini melaporkan laba bersih sebesar US$ 36,25 miliar di periode Juli -September 2026. Sekedar mengingatkan, laba bersih Saudi Aramco di kuartal III-2025 silam hanya US$ 26,9 miliar.
Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi Menjelang Pemilihan Paruh Waktu AS
Realisasi laba bersih di kuartal III-2026 ini juga lebih tinggi dari laba bersih Saudi Aramco pada kuartal II-2026 yang sebesar US$ 32,7 miliar.
Laba bersih yang disesuaikan pada kuartal III-2026 sekitar US$ 31,2 miliar, juga melampaui konsensus median analis yang dibagikan oleh Aramco dari 12 analis sebesar US$ 30,66 miliar.
Perang AS-Iran telah mengurangi produksi Aramco, tetapi harga minyak yang lebih tinggi telah mengimbangi penurunan volume tersebut.
Aramco telah mengekspor minyak mentah dari terminal timurnya di Teluk, jalur ekspor tradisionalnya, serta terminal baratnya di Laut Merah melalui pipa East-West, yang oleh CEO Amin Nasser disebut sebagai jalur vital.
Baca Juga: Malaysia Akan Gelar Pertemuan Terkait Ancaman Keamanan
Pipa tersebut, yang meningkatkan aliran setelah perang dimulai ketika AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari, telah beberapa kali diserang selama konflik.
Infrastruktur energi Saudi lainnya dan kantor pusat Aramco juga telah menjadi sasaran serangan karena pertempuran baru meletus dalam perang yang memanas dengan Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran.














