Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - WUHU. Chery memperkirakan lebih dari separuh kendaraan yang diekspornya akan diproduksi di luar negeri pada akhir tahun ini.
"Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 60% tahun depan dan mencapai 70% pada tahun 2030," ujar Wakil Presiden Eksekutif Zhang Guibing dalam sebuah acara pada Jumat (23/10/2026), seperti dikutip Reuters.
Zhang menyatakan kendaraan yang diproduksi Chery di luar negeri mencakup sekitar 48% dari volume ekspor perusahaan tahun ini.
Baca Juga: Topan Champi Lumpuhkan Taiwan, 931 Penerbangan Dibatalkan dan Pasar Keuangan Tutup
Chery melakukan produksi lokal tidak hanya untuk menjual kendaraan, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja dan "bekerja sama dengan teknologi lokal."
"Secara bertahap, kami berupaya melokalisasi produksi dan lebih mengandalkan manufaktur lokal," ujarnya dalam sebuah acara di kantor pusat Chery di Wuhu.
Chery, yang memasarkan merek Omoda dan Jaecoo, merupakan salah satu produsen mobil asal Tiongkok yang mengguncang industri otomotif global dengan teknologi canggih serta harga yang sulit ditandingi oleh perusahaan-perusahaan otomotif lama.
Perusahaan tersebut mengungkapkan rencana untuk mulai membangun stasiun pengisian daya cepat (fast-charging) dan penyimpanan energi di sejumlah negara—termasuk Inggris, Spanyol, dan Thailand—mulai tahun 2027, serta akan meluncurkan layanan taksi robot (robotaxi) di Uni Emirat Arab (UEA) mulai tahun depan.
Baca Juga: Tumpahan Minyak Terdeteksi di UEA, Pantai Umm Al Quwain Ditutup Sementara














