Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Produksi batubara China turun 7,7% secara tahunan pada bulan Agustus 2026. Hal tersebut memperpanjang penurunan yang telah terjadi sebelumnya setelah peningkatan pengawasan keselamatan usai terjadi dua kecelakaan pertambangan yang mematikan sepanjang tahun ini.
Selasa (15/9/2026), Biro Statistik Nasional China merilis, produksi batubara China sebesar 361,82 juta metrik ton pada bulan Agustus 2026. Walau secara tahunan turun, realisasi tersebut masih naik dari produksi batubara di Juli 2026 yang sebesar 343,21 juta ton.
Dengan posisi ini, produksi batubara China dalam delapan bulan pertama tahun ini mencapai 3,06 miliar ton, turun 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: China Perketat Pembatasan Perjalanan Seiring Aturan Baru Teknologi dan Keamanan
Kekhawatiran akan keselamatan tetap meningkat setelah ledakan gas di tambang batu bara di Lianyuan, provinsi Hunan, pada tanggal 14 Agustus menewaskan tujuh orang dan melukai satu orang, menurut media pemerintah.
Hal ini terjadi setelah kecelakaan pertambangan Liushenyu di Provinsi Shanxi pada bulan Mei, kecelakaan pertambangan paling mematikan di China dalam 17 tahun, yang menewaskan 82 orang dan memicu inspeksi dan penutupan tambang di seluruh provinsi tersebut.














