kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Lion Air Group bantah salahsatu pesawatnya mengalami celaka di Bandara Manila


Senin, 30 Maret 2020 / 00:33 WIB
Lion Air Group bantah salahsatu pesawatnya mengalami celaka di Bandara Manila
ILUSTRASI. ika.puspitasari-Lion Air Grup melalui anak usahanya Batam Aero Technic (BAT) bekerjasama dengan GMF Aero Lion Air Grup Bekerjasama dengan GMF dan Michelin untuk Bangun Pabrik Ban Pesawat  

Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID -  Perusahaan maskapai penerbanga swasta terbesar di Indonesia, Lion Air Group membantah dugaan salah satu pesawatnya telah mengalami kecelakaan di Bandara Ninoy Aquino Manila, Filipina, Minggu (19/3) malam.

Bantahan ini disampaikan oleh Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group kepada KONTAN, Senin (30/3) dini hari melalui pernyataan tertulis.

"Sampai saat ini Lion Group tidak beroperasi baik secara berjadwal maupun secara sewa tertentu atau charter di Filipina. Lion Air Group juga tidak memiliki perusahaan penerbangan di Filipina." kata Danang.

Baca Juga: Pesawat diduga milik Lion Air terbakar di Bandara Manila, delapan tewas

Lion Air Group memberikan klarifikasi dan penjelasan ini sehubungan dengan perkembangan informasi mengenai kecelakaan sebuah penerbangan di Manila, Filipina.

Pada kesempatan itu Danang juga menjelaskan, saat ini Lion Air Group mengoperasikan perusahaan penerbangan untuk layanan penumpang berjadwal, yang terdiri dari:

  • Pertama, Lion Air (kode penerbangan JT) berbasis di Indonesia
  • Kedua, Wings Air (kode penerbangan IW) berbasis di Indonesia
  • Ketiga, Batik Air (kode penerbangan ID) berbasis di Indonesia
  • Keempat, Malindo Air (kode penerbangan OD) berbasis di Malaysia
  • Kelima,  Thai Lion Air (kode penerbangan SL) berbasis di Thailand

Menurut Danang, Lion Air Group dalam beroperasi selalu tunduk dan melaksanakan seluruh aturan penerbangan internasional, dan regulator.

Baca Juga: Bandara ditutup, Lion Air Group tunda sementara penerbangan dari dan ke Papua

Selain itu ketentuan perusahaan dalam menjalankan operasional sesuai dengan standar operasional prosedur yang memenuhi persyaratan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety first).



TERBARU

[X]
×