kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Lockheed Martin Raih Kontrak US$4,7 Miliar untuk Produksi Rudal Patriot


Jumat, 10 April 2026 / 21:05 WIB
Lockheed Martin Raih Kontrak US$4,7 Miliar untuk Produksi Rudal Patriot
ILUSTRASI. Lockheed Martin raih kontrak awal US$4,7 miliar untuk PAC-3 MSE. Produksi rudal kini dipercepat untuk menghadapi ancaman global. (Instagram/@militer.udara)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan pertahanan asal Amerika Serikat, Lockheed Martin, mengumumkan telah memperoleh kontrak awal senilai US$4,7 miliar dari pemerintah AS untuk melanjutkan produksi cepat sistem rudal Patriot Advanced Capability (PAC-3) Missile Segment Enhancement (MSE).

Kontrak ini merupakan bagian dari upaya mempercepat produksi sistem pertahanan udara di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Program PAC-3 MSE sendiri merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pertahanan rudal modern yang dirancang untuk mencegat ancaman balistik.

Kesepakatan ini menyusul perjanjian jangka panjang selama tujuh tahun antara Lockheed Martin dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk meningkatkan kapasitas produksi interceptor PAC-3 secara signifikan. Produksi tahunan ditargetkan naik menjadi 2.000 unit dari sebelumnya sekitar 600 unit.

Baca Juga: Impor Gas Rusia ke Spanyol Melonjak, Dominasi LNG AS Mulai Tergerus

Peningkatan kapasitas ini mencerminkan lonjakan permintaan global terhadap sistem pertahanan udara, seiring banyak negara memperkuat kemampuan militernya sebagai respons terhadap dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Dalam pernyataannya, Lockheed Martin mengungkapkan telah menginvestasikan lebih dari US$7 miliar sejak masa jabatan pertama Donald Trump untuk memperluas kapasitas produksi sistem prioritas. Dari jumlah tersebut, sekitar US$2 miliar dialokasikan khusus untuk mempercepat produksi amunisi.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×