kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Lockheed Martin Raih Kontrak US$4,7 Miliar untuk Produksi Rudal Patriot


Jumat, 10 April 2026 / 21:05 WIB
Lockheed Martin Raih Kontrak US$4,7 Miliar untuk Produksi Rudal Patriot
ILUSTRASI. Lockheed Martin raih kontrak awal US$4,7 miliar untuk PAC-3 MSE. Produksi rudal kini dipercepat untuk menghadapi ancaman global. (Instagram/@militer.udara)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan pertahanan asal Amerika Serikat, Lockheed Martin, mengumumkan telah memperoleh kontrak awal senilai US$4,7 miliar dari pemerintah AS untuk melanjutkan produksi cepat sistem rudal Patriot Advanced Capability (PAC-3) Missile Segment Enhancement (MSE).

Kontrak ini merupakan bagian dari upaya mempercepat produksi sistem pertahanan udara di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Program PAC-3 MSE sendiri merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pertahanan rudal modern yang dirancang untuk mencegat ancaman balistik.

Kesepakatan ini menyusul perjanjian jangka panjang selama tujuh tahun antara Lockheed Martin dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk meningkatkan kapasitas produksi interceptor PAC-3 secara signifikan. Produksi tahunan ditargetkan naik menjadi 2.000 unit dari sebelumnya sekitar 600 unit.

Baca Juga: Impor Gas Rusia ke Spanyol Melonjak, Dominasi LNG AS Mulai Tergerus

Peningkatan kapasitas ini mencerminkan lonjakan permintaan global terhadap sistem pertahanan udara, seiring banyak negara memperkuat kemampuan militernya sebagai respons terhadap dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Dalam pernyataannya, Lockheed Martin mengungkapkan telah menginvestasikan lebih dari US$7 miliar sejak masa jabatan pertama Donald Trump untuk memperluas kapasitas produksi sistem prioritas. Dari jumlah tersebut, sekitar US$2 miliar dialokasikan khusus untuk mempercepat produksi amunisi.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×