kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Malaysia ambil langkah hukum ke WTO terkait diskriminasi minyak sawit oleh UE


Sabtu, 16 Januari 2021 / 19:31 WIB
ILUSTRASI. Kelapa sawit.


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Malaysia mengambil tindakan hukum terhadap Uni Eropa dan negara-negara anggota seperti Prancis dan Lithuania karena membatasi biofuel berbasis minyak sawit.

Produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia, yang menyebut arahan energi terbarukan Uni Eropa sebagai "tindakan diskriminatif," sedang mencari konsultasi di bawah Mekanisme Penyelesaian Sengketa Organisasi Perdagangan Dunia, kata Kementerian Industri Perkebunan dan Komoditas dalam sebuah pernyataan pada Jumat (15/1).

Baca Juga: Uni Eropa gencar tolak sawit Indonesia, tapi sangat butuh nikelnya

Menteri Mohd Khairuddin Aman Razali mengatakan UE melanjutkan pelaksanaan arahan tanpa mempertimbangkan komitmen dan pandangan Malaysia, bahkan setelah Malaysia memberikan umpan balik dan mengirimkan misi ekonomi dan teknis ke Eropa.

Malaysia akan bertindak sebagai pihak ketiga dalam kasus WTO terpisah yang diajukan oleh negara tetangga Indonesia, produsen minyak sawit terbesar di dunia, sebagai tanda solidaritas dan dukungan, kata pernyataan kementerian itu.

Selanjutnya: Uni Eropa gugat Indonesia terkait nikel di WTO, begini respons Mendag Lutfi




TERBARU

[X]
×