kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Malaysia gelar kampanye anti Valentine's Day


Senin, 14 Februari 2011 / 07:30 WIB
Malaysia gelar kampanye anti Valentine's Day
ILUSTRASI. BPJS kerjasama dengan Perusahaan Asuransi


Reporter: Barratut Taqiyyah, BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KUALA LUMPUR. Jika sebagian masyarakat dunia merayakan hari Valentine atau kasih sayang hari ini, namun tidak demikian halnya dengan warga muslim Malaysia. Kemarin, Pemerintah Malaysia menggelar kampanye agar warga muslim Malaysia menghentikan kegiatan rutinan perayaan Valentine.

Menurut Deputy Prime Minister Muhyiddin Yassin, perayaan hari kasih sayang sangat tidak tepat dirayakan oleh seorang muslim. Terkait hal itu, beberapa negara bagian Malaysia akan menggelar operasi pengecekan hotel untuk mencegah anak-anak muda melakukan hubungan seks sebelum menikah pada hari kasih sayang.

Dengan demikian, kampanye anti Valentine Day itu merujuk pada fatwa yang dibuat pada 2005 lalu. Kampanye yang digelar berupa penyebaran leaflet ke sejumlah universitas muslim yang berisi ajakan agar mahasiswa tidak merayakan hari Valentine.

Adapun tajuk kampanye yang digelar oleh Kementrian Agama Malaysia itu adalah "Mind the Valentine's Day Trap".

"Islam akan menolak apapun, meski dari budaya Timur, jika kontradiktif dengan ajaran Islam," tegas Wan Mohamad Sheikh Abdul Aziz, Menteri Agama Malaysia.

Kendati begitu, tidak semua warga Malaysia setuju menolak perayaan hari Valentine. Beberapa dari mereka mengatakan, tidak ada salahnya perayaan itu dilakukan karena tidak merugikan siapa pun.




TERBARU

[X]
×