kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Malaysia Perbarui Rencana Efisiensi Energi 10 Tahun, Target Hemat US$21,5 Miliar


Selasa, 11 Agustus 2026 / 09:35 WIB
Malaysia Perbarui Rencana Efisiensi Energi 10 Tahun, Target Hemat US$21,5 Miliar
ILUSTRASI. Ekonomi Malaysia - Pelabuhan Tanjung Pelepas (REUTERS/Hasnoor Hussain)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID – KUALA LUMPUR. Malaysia memperbarui rencana aksi efisiensi energi untuk periode 10 tahun hingga 2035. Program tersebut ditargetkan menghasilkan penghematan energi sekaligus menghemat biaya sekitar US$21,5 miliar.

Kementerian Transisi Energi dan Transformasi Air Malaysia mengatakan, pembaruan National Energy Efficiency Action Plan (NEEAP) menargetkan penurunan permintaan energi sebesar 11,6% hingga 2035 dibandingkan proyeksi tanpa kebijakan tambahan.

Baca Juga: Peso Filipina Jadi Mata Uang Asia dengan Pelemahan Terbesar pada Selasa (11/8)

Berdasarkan rencana tersebut, penghematan energi secara kumulatif diperkirakan mencapai 815.382 terajoule. Penghematan tersebut setara dengan pengurangan emisi sekitar 26,1 juta ton setara karbon dioksida (CO2e).

Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasir mengatakan, program efisiensi energi sebelumnya yang berlangsung pada 2016-2025 berhasil melampaui target.

Program NEEAP pertama menghasilkan penghematan listrik sebesar 60.886 gigawatt-jam (GWh) atau sekitar RM16,1 miliar (US$3,9 miliar). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target awal sebesar 52.233 GWh.

Penghematan tersebut juga diperkirakan mengurangi emisi sekitar 35,6 juta ton CO2e, kata Akmal saat peluncuran rencana baru.

Baca Juga: Bank Sentral China Hentikan Suntikan Likuiditas Harian, Pertama Kali Sejak Juni

Permintaan Listrik Meningkat

Malaysia terus mendorong perusahaan dan investor untuk meningkatkan keberlanjutan energi. Langkah tersebut menjadi semakin penting karena permintaan listrik diperkirakan meningkat signifikan seiring pesatnya pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Malaysia saat ini menjadi salah satu pusat data dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Negara tersebut telah menarik investasi bernilai miliaran dolar dari perusahaan teknologi global, termasuk Amazon dan Microsoft.

Peningkatan kebutuhan listrik dari pusat data dan infrastruktur AI menjadi tantangan bagi Malaysia untuk menjaga ketahanan pasokan energi sekaligus memenuhi target pengurangan emisi.

Baca Juga: Jeff Bezos Incar Saham Liverpool, Seberapa Besar Kekayaan Pendiri Amazon?

Pada 2023, Malaysia juga mengesahkan undang-undang yang mewajibkan konsumen energi terbesar menerapkan langkah-langkah penghematan energi.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Malaysia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 45% di seluruh perekonomian pada 2030 serta mencapai net zero emission pada 2050.


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×