Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - LONDON. Aktivitas manufaktur Inggris menunjukkan penguatan pada awal kuartal IV-2026. Produksi dan pesanan baru tumbuh lebih cepat pada Oktober, ditopang oleh perbaikan permintaan dari pasar domestik maupun luar negeri.
S&P Global mengumumkan, Senin (2/11/2026), Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur Inggris naik menjadi 52,8 pada Oktober 2026, dari 51,9 pada September. Angka tersebut merupakan level tertinggi dalam lima bulan terakhir dan tidak berubah dari estimasi awal yang dirilis sebelumnya.
Produksi manufaktur Inggris meningkat untuk bulan ketujuh berturut-turut. Laju pertumbuhannya bahkan mencapai level tertinggi dalam 25 bulan terakhir. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan pesanan baru dan membaiknya kondisi pasar.
Pada Oktober, tiga dari lima komponen penyusun PMI menunjukkan perbaikan kondisi operasional, yakni produksi, pesanan baru, dan waktu pengiriman pemasok yang semakin panjang. Sementara itu, stok pembelian terus menyusut dan jumlah tenaga kerja tidak berubah.
Pertumbuhan produksi juga terjadi secara luas di berbagai kelompok industri, yakni barang konsumsi, barang antara, dan barang investasi. Kelompok barang investasi mencatatkan kenaikan paling kuat, sedangkan barang antara mengalami pertumbuhan paling lemah.
Baca Juga: Manufaktur Zona Euro Tetap Mencetak Pertumbuhan Kendati Tekanan Biaya Menguat
Pesanan baru turut meningkat dengan laju tercepat sejak Juli 2026. Produsen melaporkan permintaan yang lebih baik dari pelanggan domestik maupun luar negeri.
Pesanan ekspor bahkan tumbuh selama sepuluh bulan berturut-turut, dengan kontribusi permintaan dari Brasil, China daratan, Uni Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.
Rob Dobson, Direktur S&P Global Market Intelligence, mengatakan, sektor manufaktur Inggris menunjukkan ketahanan menjelang pengumuman anggaran musim gugur pemerintah Inggris. Menurut dia, pertumbuhan produksi dan pesanan baru sama-sama meningkat pada Oktober, seiring membaiknya permintaan di pasar domestik dan internasional.
“Perusahaan merespons tanda-tanda perbaikan permintaan, baik dari pasar domestik maupun luar negeri, termasuk pesanan baru dari China daratan, Uni Eropa, dan Amerika Serikat,” ujar Dobson, dalam rilis resmi, Senin (2/11/2026).
Namun, penguatan aktivitas manufaktur belum berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Jumlah pekerja tidak berubah pada Oktober, sekaligus mengakhiri rangkaian pertumbuhan tenaga kerja selama enam bulan berturut-turut.
Baca Juga: Hacker Serang Sistem Pendingin Supermarket di Eropa, Suhu Freezer Tembus 50 Derajat
Sejumlah perusahaan masih merekrut untuk memenuhi kebutuhan produksi. Tetapi banyak juga perusahaan yang memilih menunda penambahan kapasitas untuk menekan biaya tenaga kerja, transportasi, dan bahan baku.
Tekanan rantai pasok juga semakin terasa. Rata-rata waktu pengiriman pemasok memanjang dengan tingkat keterlambatan yang termasuk paling besar dalam empat tahun terakhir. Perusahaan melaporkan gangguan akibat pengalihan rute pengiriman, kepadatan pelabuhan, kelangkaan material, serta konflik yang mengganggu jalur transportasi utama.
Tekanan harga juga semakin kuat. Biaya input meningkat untuk bulan ke-34 berturut-turut, dengan laju inflasi yang termasuk paling tajam dalam empat tahun terakhir. Perusahaan melaporkan kenaikan harga berbagai bahan baku, termasuk energi, bahan bakar, transportasi, elektronik, bahan kimia, dan logam.
Sebagian kenaikan biaya tersebut diteruskan kepada pelanggan melalui kenaikan harga jual. Harga jual produk manufaktur meningkat dengan laju tercepat dalam tiga bulan terakhir.
Dobson mengatakan kenaikan biaya tenaga kerja terjadi ketika lingkungan biaya secara umum sudah tinggi, diperburuk oleh kenaikan harga bahan bakar, energi, dan transportasi serta gangguan rantai pasok.














