kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

Manufaktur Zona Euro Tetap Mencetak Pertumbuhan Kendati Tekanan Biaya Menguat


Senin, 02 November 2026 / 17:59 WIB
Manufaktur Zona Euro Tetap Mencetak Pertumbuhan Kendati Tekanan Biaya Menguat
ILUSTRASI. Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur di negara pengguna mata uang euro berada di level 52,7 pada Oktober (REUTERS/Axel Schmidt)


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - LONDON. Kinerja industri manufaktur di zona euro masih menunjukkan ekspansi pada Oktober 2026. Namun, laju pertumbuhannya sedikit melambat di tengah kenaikan tekanan rantai pasok dan biaya produksi.

Menurut rilis S&P Global, Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur di negara pengguna mata uang euro berada di level 52,7 pada Oktober. Angka ini turun dari 52,9 pada September.

Sektor manufaktur zona euro telah mencatatkan pertumbuhan selama sembilan bulan berturut-turut. Angka Oktober menjadi yang terendah dalam dua bulan terakhir, tetapi masih mencerminkan pertumbuhan yang solid.

Indeks produksi manufaktur juga turun menjadi 52,8 dari 53,6 pada September. Angka tersebut merupakan level terendah dalam empat bulan. Perlambatan ini terjadi seiring dengan pertumbuhan pesanan baru yang lebih lambat, meskipun produksi masih meningkat dengan solid.

Dari delapan negara zona euro yang disurvei, enam negara mencatatkan ekspansi manufaktur pada Oktober. Tingkat perbaikan di negara-negara tersebut bahkan melampaui rata-rata historis masing-masing.

Baca Juga: Dolar AS Melemah, Euro Menguat Jelang Pemilu AS dan Keputusan Suku Bunga

Prancis dan Italia menjadi dua negara yang justru kembali mengalami penurunan aktivitas manufaktur.

Di tengah perlambatan pesanan baru, permintaan dari pasar ekspor justru menunjukkan penguatan. Pesanan ekspor meningkat dengan laju tercepat dalam lebih dari empat setengah tahun. Namun, kenaikan tersebut belum cukup untuk mencegah perlambatan pertumbuhan total pesanan baru.

Aktivitas perekrutan di sektor manufaktur zona euro juga masih berlanjut. Perusahaan menambah tenaga kerja pada awal kuartal IV-2026, sehingga periode pertumbuhan lapangan kerja kini berlangsung selama tiga bulan berturut-turut.

Peningkatan kapasitas produksi itu turut diikuti kenaikan moderat pekerjaan yang masih menunggu penyelesaian.

Namun, persoalan rantai pasok kembali menjadi tantangan. Waktu pengiriman dari pemasok memanjang dengan tingkat keterlambatan terbesar sejak Juni.

Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan peningkatan aktivitas pembelian bahan baku oleh produsen untuk bulan ketiga berturut-turut.

Baca Juga: Gemerlap AI Memudar, Aktivitas Manufaktur Sejumlah Negara Asia Melambat

Bahkan, aktivitas pembelian tersebut tumbuh dengan laju tercepat dalam hampir empat setengah tahun. Di tengah keterlambatan pengiriman, perusahaan juga meningkatkan persediaan bahan baku untuk pertama kalinya sejak Desember 2022. Penumpukan persediaan ini menjadi yang terbesar dalam hampir empat tahun.

Tekanan biaya pun meningkat. Harga bahan baku naik dengan laju tercepat sejak Mei 2026. Ini sekaligus menjadi kenaikan selama dua bulan berturut-turut.

Produsen manufaktur zona euro merespons kenaikan biaya tersebut dengan menaikkan harga jual secara tajam, meskipun besarnya kenaikan harga jual relatif tidak berubah dibandingkan September.

Chris Williamson, Chief Business Economist S&P Global Market Intelligence, mengatakan, pertumbuhan manufaktur zona euro masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai tekanan eksternal. Sekadar info, sektor manufaktur Eropa menghadapi tantangan berupa tarif serta konflik di Timur Tengah dan Ukraina, yang turut memicu kenaikan biaya dan kesulitan pasokan.

“Sebaliknya, peningkatan belanja pertahanan, penumpukan persediaan sebagai langkah antisipasi, diversifikasi, serta perubahan pola perdagangan akibat tarif AS telah menciptakan peluang pertumbuhan bagi banyak produsen,” ujar Williamson, dalam rilis resmi, Senin (2/11/2026).

Baca Juga: Bos Minyak Ini Ingatkan Cadangan Penyangga Pasokan Energi Dunia Telah Terkuras

Meski demikian, Williamson mengingatkan pertumbuhan manufaktur belum merata. Produsen di Prancis dan Italia, khususnya, masih menghadapi kesulitan. Prancis juga mendapat tekanan tambahan akibat ketidakpastian politik domestik.

Williamson juga menyoroti lonjakan inflasi biaya input pada Oktober. Kenaikan harga energi dan hambatan pasokan mendorong biaya bahan baku meningkat tajam, bahkan mendekati laju tertinggi dalam lebih dari empat tahun terakhir. Menurut dia, perkembangan tersebut menambah tekanan bagi Bank Sentral Eropa untuk kembali menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Di sisi lain, optimisme perusahaan manufaktur terhadap produksi dalam 12 bulan ke depan masih bertahan di wilayah positif. Namun, tingkat optimisme tersebut relatif lemah karena berada di bawah rata-rata historis survei. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun aktivitas manufaktur masih tumbuh, pelaku industri tetap menghadapi ketidakpastian biaya dan pasokan.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×