kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Media China: Pendemo Hong Kong rencanakan serangan teror besar-besaran


Rabu, 11 September 2019 / 15:50 WIB
Media China: Pendemo Hong Kong rencanakan serangan teror besar-besaran
ILUSTRASI. Unjuk rasa pro demokrasi di Hong Kong

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Media Tiongkok, China Daily edisi Hong Kong menyebutkan, aktivis Hong Kong merencanakan serangan teror besar-besaran pada 11 September 2019.

"Orang-orang fanatik anti-pemerintah sedang merencanakan serangan teror besar-besaran, termasuk meledakkan pipa gas, di Hong Kong pada 11 September," kata China Daily edisi Hong Kong di halaman Facebook-nya, Selasa (10/9), sambil menampilkan foto serangan terhadap menara kembar WTC di New York.

"Plot teror 9/11 (11 September) juga mendorong serangan sembarangan terhadap penutur asli Kanton dan memulai pembakaran gunung," sebut China Daily seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: Kenang Tragedi 9/11, aktivis Hong Kong batal demo hari ini

China Daily mengatakan, informasi yang bocor tersebut adalah bagian dari strategi yang pemrotes radikal rencanakan lewat ruang obrolan online mereka.

Jelas, para aktivis Hong Kong langsung mengecam laporan surat kabar Pemerintah China tersebut.

"Kami bahkan tidak perlu melakukan pengecekan fakta untuk mengetahui bahwa ini adalah berita palsu," kata Michael, pengunjuk rasa, menjawab unggahan China Daily itu.

"Media pemerintah tidak peduli dengan kredibilitasnya. Kapan pun, sesuatu yang mereka klaim telah mereka dengar dari WhatsApp atau teman-temannya, mereka akan menyebarkannya segera," ujar perempuan 24 tahun ini seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: China marah menteri luar negeri Jerman bertemu aktivis Hong Kong

Karen, pengunjuk rasa lainnya, menyatakan, laporan China Daily itu sangat mengkhawatirkan. “Ketika mereka mencoba membingkai seluruh protes dengan kata-kata tersebut, itu membuatku khawatir. Mereka memprediksi daripada melaporkan berita," ucap wanita 23 tahun ini.

Aksi unjuk rasa yang sudah berlangsung berbulan-bulan mengguncang Hong Kong. Protes yang berawal kemarahan atas Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi sudah meluas ke seruan untuk demokrasi dan penguasa Partai Komunis di Beijing untuk melepas Hong Kong.



TERBARU

[X]
×