Sumber: BBC, Bloomberg | Editor: Dikky Setiawan
MOSKOW. Ekonomi Rusia di tahun 2009 kemungkinan akan mengalami penyusutan sebesar 7,5%. Presiden Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan, penurunan ekonomi itu "sangat serius" dan mengejutkan pemerintah, karena penyusutan itu lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Rusia, yang sangat bergantung pada ekspor minyaknya, telah terpukul oleh penurunan tajam harga minyak. "Penyusutan ekonomi kami jauh lebih besar dari yang diperkirakan oleh diri kita sendiri, Bank Dunia dan organisasi lainnya," kata Medvedev kepada televisi Rusia.
Bulan lalu, pemerintah mengeluarkan angka perkiraan ekonomi akan tumbuh negatif 6,8% selama semester II/2009. Sementara, di sepanjang tahun ini produk domestik bruto (PDB) Rusia diperkirakan turun 8,5%.
Namun, data resmi terbaru menunjukkan bahwa hingga Agustus lalu, PDB Rusia menurun 10,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2008. Untuk mencegah penurunan ekonomi Rusia tidak terlalu tajam, pemerintah mengaku telah menerapkan sejumlah kebijakan di sektor ekonomi.
Salah satunya, kata Medvedev, kebijakan untuk melindungi sektor tenaga kerja dan perbankan. "Angka pengangguran jelas menjadi tantangan bagi presiden, kabinet, dan pemerintah lain berwewenang," jelas Medvedev.
Berdasarkan data pemerintah, angka pengangguran selama Agustus 2009 turun menjadi 7,8% atau lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan bulan Juli yang mencapai 8,3%.
Penurunan angka pengangguran itu disebabkan adanya permintaan tenaga kerja musiman dari sektor pertanian dan konstruksi. Pemerintah berharap, pada kuartal III 2009, Rusia akan keluar dari resesi.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)