CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Mendung menyelimuti data ekonomi Jepang


Senin, 10 Maret 2014 / 12:09 WIB
ILUSTRASI. Perpanjang SIM Cepat Jadi, Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini 20/10/2022


Sumber: Reuters, BBC | Editor: Sanny Cicilia

TOKYO. Jepang mencatat defisit neraca transaksi berjalan terbesar sejak tahun 1985. Berdasarkan data Kementrian Keuangan setempat, current account deficit (CAD) per Januari melebar ke rekor ¥ 1,5 triliun atau sekitar US$ 15 miliar.

Salah satu penyebabnya adalah makin besarnya selisih perdagangan. Ekspor Januari Jepang mengalami kenaikan 16,7% dibanding bulan yang sama tahun lalu. Namun, tidak bisa mengimbangi pesatnya pertumbuhan ekspor yang tumbuh sampai 30,3% year on year.

Negara dengan perekonomian terbesar ketiga dunia ini mencatat defisit neraca perdagangan tumbuh 71% di bulan Januari dan menyentuh rekor ¥ 2,79 triliun. 

Tak hanya itu, pemerintah Jepang merevisi proyeksi ekonominya. Pemerintah mengumumkan pertumbuhan ekonomi di Oktober-Desember diperkirakan tumbuh 0,2% dibanding kuartal sebelumnya, lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya yaitu 0,3%.

Pertumbuhan domestik bruto setahun di kuartal IV alhasil direvisi menjadi 0,7% dari sebelumnya 1%.

Penyebabnya, anggaran belanja domestik yang tak sesumringah perkiraan sebelumnya. Anggaran belaja modal diperkirakan hanya tumbuh 0,8% dibanding perkiraan sebelumnya 1,3%. Sedangkan belanja ritel hanya naik 0,4%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 0,5%.

Kabar ini mengecewakan analis yang memperkirakan aktivitas belanja masyarakat akan tinggi sebelum pemerintah menaikkan pajak April nanti. Perdana Menteri Shinzo Abe akan menaikkan pajak menjadi 8% dari 5% untuk mengurangi beban utang.

Bank sentral Jepang, atau BOJ diperkirakan tidak akan banyak mengubah kebijakan untuk mengejar target inflasi 2%.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×