kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   136,00   0,76%
  • IDX 5.951   -244,07   -3,94%
  • KOMPAS100 788   -35,94   -4,36%
  • LQ45 594   -24,80   -4,00%
  • ISSI 207   -7,77   -3,62%
  • IDX30 337   -12,43   -3,56%
  • IDXHIDIV20 416   -11,55   -2,70%
  • IDX80 89   -4,26   -4,55%
  • IDXV30 114   -3,70   -3,14%
  • IDXQ30 109   -3,18   -2,83%

Mendung menyelimuti data ekonomi Jepang


Senin, 10 Maret 2014 / 12:09 WIB
ILUSTRASI. Perpanjang SIM Cepat Jadi, Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini 20/10/2022


Sumber: Reuters, BBC | Editor: Sanny Cicilia

TOKYO. Jepang mencatat defisit neraca transaksi berjalan terbesar sejak tahun 1985. Berdasarkan data Kementrian Keuangan setempat, current account deficit (CAD) per Januari melebar ke rekor ¥ 1,5 triliun atau sekitar US$ 15 miliar.

Salah satu penyebabnya adalah makin besarnya selisih perdagangan. Ekspor Januari Jepang mengalami kenaikan 16,7% dibanding bulan yang sama tahun lalu. Namun, tidak bisa mengimbangi pesatnya pertumbuhan ekspor yang tumbuh sampai 30,3% year on year.

Negara dengan perekonomian terbesar ketiga dunia ini mencatat defisit neraca perdagangan tumbuh 71% di bulan Januari dan menyentuh rekor ¥ 2,79 triliun. 

Tak hanya itu, pemerintah Jepang merevisi proyeksi ekonominya. Pemerintah mengumumkan pertumbuhan ekonomi di Oktober-Desember diperkirakan tumbuh 0,2% dibanding kuartal sebelumnya, lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya yaitu 0,3%.

Pertumbuhan domestik bruto setahun di kuartal IV alhasil direvisi menjadi 0,7% dari sebelumnya 1%.

Penyebabnya, anggaran belanja domestik yang tak sesumringah perkiraan sebelumnya. Anggaran belaja modal diperkirakan hanya tumbuh 0,8% dibanding perkiraan sebelumnya 1,3%. Sedangkan belanja ritel hanya naik 0,4%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 0,5%.

Kabar ini mengecewakan analis yang memperkirakan aktivitas belanja masyarakat akan tinggi sebelum pemerintah menaikkan pajak April nanti. Perdana Menteri Shinzo Abe akan menaikkan pajak menjadi 8% dari 5% untuk mengurangi beban utang.

Bank sentral Jepang, atau BOJ diperkirakan tidak akan banyak mengubah kebijakan untuk mengejar target inflasi 2%.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×