kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Michael Carrick Akui Bertanggung Jawab atas Krisis Manchester United


Jumat, 23 Oktober 2026 / 20:45 WIB
Michael Carrick Akui Bertanggung Jawab atas Krisis Manchester United
ILUSTRASI. Manchester United - Michael Carrick (Action Images via Reuters/Jason Cairnduff)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Manajer Manchester United, Michael Carrick, mengakui bertanggung jawab atas keterpurukan performa timnya. Meski tekanan terhadap posisinya semakin besar, Carrick tetap yakin mampu membawa klub berjuluk Setan Merah tersebut keluar dari krisis.

Tekanan terhadap Carrick meningkat setelah Manchester United memperpanjang catatan tanpa kemenangan menjadi tujuh pertandingan di semua kompetisi.

Pada Rabu (21/10/2026), MU menelan kekalahan telak 1-4 dari Como di Liga Champions. Hasil tersebut membuat MU berada di posisi ke-20 klasemen Liga Champions dengan tiga poin.

Baca Juga: Conte Bantah Negosiasi dengan Manchester United, Masa Depan Michael Carrick Disorot

Menjelang pertandingan kandang melawan Bournemouth di Premier League pada Minggu (25/10/2026), Carrick menyampaikan pernyataan pembuka yang emosional.

Ia mengakui, performa tim belakangan ini belum memenuhi harapan dan memahami kekecewaan para pendukung.

“Saya sepenuhnya menerima situasi yang sedang kami hadapi saat ini,” ujar Carrick, Jumat (23/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa Manchester United sempat menunjukkan perkembangan positif selama lima bulan pada awal tahun ini. Namun, performa tersebut belum mampu dipertahankan dalam beberapa pertandingan terakhir.

“Kami belum tampil cukup baik belakangan ini. Kami menjalani periode yang benar-benar tidak memuaskan,” katanya.

Baca Juga: Bank Sentral Rusia Tahan Suku Bunga 14%, Proyeksi Inflasi 2026 Naik

Carrick menyebut kekalahan dari Como sebagai salah satu malam paling menyakitkan selama masa kepemimpinannya. Ia juga menilai penampilan MU dalam pertandingan tersebut tidak dapat diterima.

Kekalahan itu turut memicu sorotan terhadap pendekatan taktik Carrick setelah kapten Bruno Fernandes dinilai mempertanyakan strategi tim melalui pernyataannya seusai pertandingan.

Meski demikian, Carrick menepis anggapan bahwa kritik terbuka tersebut menunjukkan adanya perpecahan di ruang ganti.

Ia tidak memberikan penjelasan terperinci mengenai komunikasinya dengan Fernandes setelah kekalahan itu maupun masa depan sang gelandang sebagai kapten.

Carrick menegaskan, prioritasnya saat ini adalah mengembalikan identitas permainan Manchester United agar kembali mencerminkan karakter klub dan memenuhi harapan pendukung.

“Tanggung jawab saya adalah menurunkan tim yang mewakili klub ini dan para pendukung, sehingga mereka bisa bangga dengan identitas permainan yang kami tunjukkan,” ujarnya.

Baca Juga: Aset Nasabah Kaya di Singapura Tumbuh 6% di 2026, Ini Pemicunya

Ia juga memberikan perhatian khusus kepada para pendukung yang telah mengeluarkan waktu dan biaya untuk menyaksikan langsung pertandingan di Como.

Menurut Carrick, kekalahan tersebut menjadi pengalaman berat bagi seluruh pihak yang mencintai klub.

Carrick mengambil alih kursi manajer pada Januari 2026 setelah Ruben Amorim dipecat.

Di bawah kepemimpinannya, MU sempat bangkit dan mengakhiri musim lalu di posisi tiga besar Premier League, sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions.

Carrick yakin timnya mampu kembali menemukan energi dan kekompakan yang sempat ditunjukkan pada periode tersebut.

“Kami harus kembali ke situasi yang dirasakan para pendukung selama lima bulan pada awal tahun ini. Kami akan kembali ke sana. Saya sepenuhnya yakin,” katanya.

Meski begitu, masa depan Carrick masih menjadi sorotan. Mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Chelsea, Antonio Conte, termasuk nama yang dikaitkan dengan posisi manajer MU.

Baca Juga: Apple Luncurkan iPhone Lipat Seharga Rp 36 Juta, Stok Langka dan Permintaan Tinggi

Namun, Conte pada Jumat menyatakan belum menjalani negosiasi lanjutan dengan klub mana pun.

Carrick menegaskan tanggung jawab untuk membenahi keadaan berada di pundaknya.

Ia menggambarkan perannya sebagai pihak yang harus menanggung tekanan agar anggota tim lainnya dapat bekerja tanpa terbebani persoalan di luar lapangan.

Di klasemen Premier League, Manchester United berada di posisi ke-13 dengan tujuh poin. Sementara itu, Bournemouth menempati peringkat ke-15, terpaut satu poin dari MU.

Pertandingan akhir pekan ini menjadi kesempatan bagi Carrick untuk menghentikan tren negatif sekaligus meredakan tekanan terhadap posisinya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×