kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Bank Sentral Rusia Tahan Suku Bunga 14%, Proyeksi Inflasi 2026 Naik


Jumat, 23 Oktober 2026 / 19:35 WIB
Bank Sentral Rusia Tahan Suku Bunga 14%, Proyeksi Inflasi 2026 Naik
ILUSTRASI. Ekonomi Rusia - Rubel (REUTERS/Alexey Malgavko)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bank sentral Rusia mempertahankan suku bunga acuan di level 14% pada Jumat (23/10/2026), di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang nyaris stagnan.

Bank sentral juga menaikkan proyeksi inflasi 2026, menandakan kebijakan moneter ketat kemungkinan berlanjut hingga tahun depan.

Mengutip Reuters, Bank Sentral Rusia menaikkan perkiraan inflasi tahun ini menjadi 7,1%–7,6%, dari proyeksi sebelumnya sebesar 6%–7%. Meski demikian, bank sentral masih menargetkan inflasi kembali ke level 4% pada 2027.

Baca Juga: Apple Luncurkan iPhone Lipat Seharga Rp 36 Juta, Stok Langka dan Permintaan Tinggi

Keputusan mempertahankan suku bunga tersebut sesuai dengan perkiraan 20 analis yang disurvei Reuters.

Dalam pernyataannya, bank sentral menyebut tekanan harga masih tinggi, sementara ekspektasi inflasi belum menunjukkan penurunan yang memadai.

Data terbaru menunjukkan indeks harga konsumen Rusia meningkat 6,2% sejak awal 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan 4,8% pada periode yang sama tahun lalu.

Salah satu sumber tekanan inflasi berasal dari kenaikan harga bahan bakar setelah serangan drone Ukraina mengganggu operasional sejumlah kilang minyak Rusia. Sejak awal tahun, harga bensin melonjak 21%, sedangkan harga solar naik 13,4%.

Gangguan produksi tersebut bahkan memicu antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar di Rusia.

Baca Juga: Bill Ackman Nilai Israel Berpeluang Jadi Salah Satu Ekonomi Terbaik Dunia

Bank sentral menilai penurunan sementara kapasitas produksi di beberapa sektor turut mendorong kenaikan harga.

“Tekanan harga yang mendasari belum menurun dan masih berada pada kisaran 5%–6% secara tahunan,” kata bank sentral Rusia dalam pernyataannya.

Selain gangguan pasokan energi, kenaikan tarif utilitas juga menambah tekanan terhadap inflasi.

Tagihan utilitas rata-rata meningkat 13,4% sejak 1 Oktober, atau 3,5 poin persentase lebih tinggi dibandingkan pedoman pemerintah pusat.

Suku bunga tinggi tekan pertumbuhan ekonomi

Tekanan inflasi membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter Rusia tetap terbatas. Bank sentral memperkirakan suku bunga rata-rata pada 2027 berada di kisaran 12,5%–13,5%, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 10,5%–12,5%.

Proyeksi tersebut mengindikasikan Rusia berpotensi menjalani satu tahun lagi dengan suku bunga acuan di atas 12%. Tingkat bunga yang tinggi dinilai pelaku usaha sebagai salah satu hambatan utama bagi pemulihan investasi.

Baca Juga: Trump: Produsen Pesawat Bombardier Akan Berinvestasi US$ 270 Juta di AS

Di sisi lain, kebijakan moneter ketat juga membebani pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan biaya pembayaran utang pemerintah. Ekonomi Rusia diperkirakan hanya tumbuh 0,6% pada 2026.

Tekanan fiskal turut membatasi ruang kebijakan pemerintah. Defisit anggaran negara diproyeksikan mencapai 3,2% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2026, dua kali lipat dari target sebelumnya sebesar 1,6% PDB.

Belanja pemerintah diperkirakan meningkat 13% tahun ini, terutama didorong kenaikan pengeluaran militer. Untuk menutup defisit yang membesar, pemerintah perlu meningkatkan pembiayaan di tengah tingginya biaya pinjaman.

Analis T-Investment Sofya Donets mengatakan, perubahan prospek ekonomi dan kebijakan tersebut turut menekan pasar keuangan Rusia.

Ia mencatat penurunan indeks saham dan pasar obligasi pemerintah setelah proyeksi terbaru diumumkan.

Baca Juga: Apple Membuka Lipatan Baru dalam Sejarah Panjang iPhone

Bank sentral Rusia masih memiliki satu jadwal rapat penetapan suku bunga pada tahun ini, yakni 18 Desember 2026.

Sejumlah analis menilai proyeksi suku bunga terbaru masih menyisakan ruang bagi pemangkasan sebesar 25 basis poin pada pertemuan tersebut.

Namun, prospek pelonggaran tetap bergantung pada perkembangan inflasi, gangguan produksi, serta tekanan fiskal yang membayangi perekonomian Rusia.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×