Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Donald Trump mengatakan bahwa produsen pesawat asal Kanada, Bombardier, akan berinvestasi sebesar US$ 270 juta di Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul beberapa hari setelah Trump membatalkan ancamannya untuk melarang perusahaan tersebut beroperasi di AS.
Mengutip Reuters, Jumat (23/10/2026), ancaman Trump terhadap Bombardier pada bulan September sempat menjadi isu politik di Kansas, tempat perusahaan itu mempekerjakan 1.500 orang di Wichita.
Ancaman larangan tersebut memicu serangkaian panggilan telepon ke Gedung Putih dari para legislator Kansas, termasuk Senator dari Partai Republik, Roger Marshall, yang tengah menghadapi persaingan ketat dalam pemilihan umum 3 November mendatang.
Baca Juga: Reksadana Saham Global Catat Net Buy Lima Minggu Berturut-turut
Bombardier akan membuka lowongan untuk 500 posisi di seluruh AS dan berencana menciptakan 300 lapangan kerja tambahan melalui proyek-proyek ekspansi, demikian pernyataan perusahaan pada hari Jumat.
Ekspansi ini mencakup investasi awal sekitar US$ 270 juta untuk pengembangan infrastruktur pada tahap pertama, menurut pernyataan tersebut.
"Berdasarkan diskusi konstruktif kami dengan pemerintah AS, kami melihat masa depan yang cerah bagi para pekerja kedirgantaraan kami yang sangat terampil, serta lingkungan yang positif bagi Bombardier untuk terus melakukan investasi langsung guna memperluas jejak kami di Amerika," ujar CEO Eric Martel.
Perekrutan akan tersebar di negara bagian Texas, Kansas, Indiana, dan Connecticut, ungkap perusahaan tersebut.
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social pada Kamis malam, Trump menyatakan bahwa investasi Bombardier akan menciptakan ribuan lapangan kerja di Kansas, Texas, dan Indiana.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Marshall serta Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, atas tercapainya kesepakatan tersebut. Bombardier, yang mengakuisisi Learjet dan mendirikan kantor pusatnya di AS di Kansas pada tahun 1990, memiliki 3.500 lapangan kerja di AS, dengan lebih dari 40% di antaranya berada di Wichita.
Baca Juga: Apple Membuka Lipatan Baru dalam Sejarah Panjang iPhone
Dalam sebuah pidato di Wichita pada hari Senin, Trump mengatakan bahwa ia tidak berniat merugikan Bombardier dan akan memperhatikan para pekerjanya.
"... sekarang saya mengetahui bahwa mereka memiliki kegiatan operasional di sini, dan kita tidak akan merugikan mereka jika mereka berada di Kansas. Jadi, kita akan memperhatikan orang-orang tersebut beserta lapangan kerja mereka," ujar sang presiden dalam pidato tersebut.
Pada bulan Februari, Trump sempat mengancam akan mencabut sertifikasi pesawat Bombardier terkait sengketa sertifikasi yang melibatkan pesaingnya, Gulfstream Aerospace. Ancaman tersebut tidak pernah terealisasi karena Transport Canada pada akhirnya memberikan persetujuan untuk pesawat-pesawat jet tersebut.














