kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Miliarder bisnis mainan negeri kanguru (1)


Rabu, 19 Juli 2017 / 14:17 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Tri Adi

Keputusan Manny Stul meninggalkan bangku sekolah tak pernah disesalinya. Justru tekad yang kuat, menjadi pembuka jalan bagi pria keturunan Polandia ini menjadi pengusaha mainan tersohor di Australia, di bawah bendera Moose. Moose tercatat sebagai perusahaan mainan terbesar keempat di Australia. Sebagai mesin uang, Moose telah mengangkat derajat Stul masuk dalam jajaran miliarder dunia dengan kekayaan sebesar US$ 1,41 miliar.

Manny Stul terlahir dari orangtua Polandia yang selamat dari Holocaust atawa peristiwa genosida terhadap kaum Yahudi pada Perang Dunia II. Pria kelahiran tahun 1948 ini, ikut orangtuanya hijrah ke Australia meninggalkan tanah kelahirannya, yang kala itu sedang dikuasai rezim komunis.

Pada usia tujuh tahun, Stul menetap selama tiga tahun di wilayah pengungsian, berjarak 100 kilometer sebelah utara Perth, Australia. Setelah kondisi ekonomi membaik, keluarga Stul pindah ke Perth.

Saat remaja, mengutip artikel yang ditulis AFR, Stul menolak saran orangtuanya agar masuk ke ke sekolah kedokteran dan pengacara. Hal tersebut karena Stul sudah sejak awal tidak ingin menekuni dua profesi itu.

Tapi asal tahu saja, Stul tergolong anak yang cerdas. Dia berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke sekolah lanjutan. Namun sulit masuk di akal, belakangan Stul justru menolak beasiswa yang sudah dalam genggamannya dan memilih mengembalikan dana beasiswa tersebut.

Lantaran merasa sudah tidak betah duduk di bangku sekolah, dia memutuskan keluar (drop out) dan memilih bekerja sebagai teller bank. Bekerja di sektor perbankan, Stul menyadari bahwa ada potensi bisnis gift, alias kado atau oleh-oleh, yang belum banyak digarap di Australia.

Stul bekerja keras demi membesarkan bisnisnya tersebut di bawah bendera Skansen. Hingga pada tahun 1993, perusahaannya bisa mencatatkan saham di bursa efek Australia.

Mengutip pemberitaan EY.com saat mulai menjalankan bisnisnya tersebut, Stul mengaku tak punya penasihat dan tanpa berbekal pengetahuan yang mendalam. Meski begitu, pengalaman Stul mengembangkan bisnis gift ini ternyata menjadi pintu gerbang bagi kesuksesan yang lebih besar.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×