kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.910   75,00   0,42%
  • IDX 6.348   -26,79   -0,42%
  • KOMPAS100 826   -6,53   -0,78%
  • LQ45 628   -5,15   -0,81%
  • ISSI 220   -0,41   -0,19%
  • IDX30 348   -2,77   -0,79%
  • IDXHIDIV20 431   -3,04   -0,70%
  • IDX80 94   -0,72   -0,76%
  • IDXV30 118   -0,54   -0,45%
  • IDXQ30 111   -1,01   -0,90%

Militer Myanmar tahan Suu Kyi, AS beri peringatan bakal ambil tindakan


Senin, 01 Februari 2021 / 13:35 WIB
ILUSTRASI. Konselor Negara Myanmar Aung San Suu Kyi memberikan suaranya lebih dulu menjelang pemilihan umum pada 8 November 2020 di Naypyitaw, Myanmar, Kamis (29/10/2020).


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) mendesak militer Myanmar untuk membebaskan pejabat yang ditahan, termasuk pemimpin de facto Aung San Suu Kyi, dan memperingatkan respons dari Washington atas kudeta.

Suu Kyi dan Presiden Myanmar ditahan setelah berminggu-minggu peningkatan ketegangan antara militer dan pemerintah sipil atas tuduhan kecurangan dalam pemilihan umum (pemilu) pada November tahun lalu.

"Amerika Serikat menentang setiap upaya untuk mengubah hasil pemilu baru-baru ini atau menghalangi transisi demokrasi Myanmar, dan akan mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggungjawab jika langkah-langkah ini tidak dibatalkan," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, Senin (1/2).

"Kami mendesak militer dan semua pihak lain untuk mematuhi norma demokrasi dan supremasi hukum, dan membebaskan mereka yang ditahan hari ini," ujar Psaki, seperti dikutip Reuters.

Militer Myanmar pekan lalu mengisyaratkan, pihaknya bisa merebut kekuasaan untuk menyelesaikan klaim kecurangan dalam pemungutan suara, yang dimenangkan oleh partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi.

Selanjutnya: Ambil alih pemerintahan, militer Myanmar umumkan keadaan darurat nasional




TERBARU

[X]
×