Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) berhasil keluar dari Selat Hormuz dan menuju Pakistan pada Senin (25/5/2026). Sementara, sebuah supertanker yang membawa minyak mentah Irak untuk China meninggalkan Teluk Timur Tengah pada Sabtu (23/5/2026) setelah terjebak selama hampir tiga bulan, berdasarkan data pelayaran.
Reuters melaporkan, perang AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari telah secara signifikan membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia.
Kapal-kapal tersebut termasuk di antara segelintir supertanker yang keluar dari Teluk bulan ini melalui rute transit yang diperintahkan Iran untuk digunakan kapal-kapal. Pekan lalu, tiga Very Large Crude Carrier (VLCC) berhasil menuju China dan Korea Selatan dengan membawa total 6 juta barel minyak mentah.
Kapal tanker LNG Fuwairit sedang melintasi Selat Hormuz pada Senin dan diperkirakan akan membongkar muatannya di Pakistan pada Selasa, menurut data pelayaran dari LSEG dan Kpler. Kapal berbendera Bahama itu memuat LNG di pelabuhan Ras Laffan, Qatar sekitar 28 Maret.
Perusahaan pelayaran Jepang Mitsui O.S.K. Lines (MOL), pemilik kapal Fuwairit, belum dapat dimintai komentar di luar jam kerja.
Secara terpisah, VLCC Eagle Verona yang keluar dari selat tersebut pada Sabtu diperkirakan tiba di pelabuhan Ningbo di China timur pada 12 Juni untuk membongkar muatannya, menurut data LSEG dan Kpler.
Baca Juga: Tiga Pekerja Tewas dalam Insiden Lifeboat di Kapal Terapung Petronas
Kapal berbendera Singapura yang disewa Unipec, unit perdagangan milik Sinopec sebagai perusahaan penyulingan terbesar di Asia, memuat hampir 2 juta barel minyak mentah Basrah sekitar 26 Februari.
Sinopec dan perusahaan pelayaran milik negara Malaysia MISC, pemilik kapal tersebut, juga belum dapat dimintai komentar di luar jam kerja.
Sebelum perang dimulai, lalu lintas pelayaran melalui selat tersebut rata-rata mencapai 125 hingga 140 perjalanan per hari. Sekitar 20.000 pelaut masih terjebak di dalam Teluk Persia di atas ratusan kapal.
Tonton: BMKG Warning! El Nino Kuat Diprediksi Hantam Indonesia Mulai Juni 2026
Tabel: Kapal Energi yang Keluar dari Selat Hormuz
| Nama Kapal | Jenis | Muatan | Tujuan |
|---|---|---|---|
| Fuwairit | LNG Tanker | Gas alam cair | Pakistan |
| Eagle Verona | VLCC | 2 juta barel minyak Basrah | China |
| 3 VLCC lainnya | VLCC | 6 juta barel minyak mentah | China & Korea Selatan |
Tabel: Dampak Konflik Iran terhadap Jalur Pelayaran Hormuz
| Indikator | Kondisi |
|---|---|
| Porsi pasokan energi dunia via Hormuz | Sekitar 20% |
| Lalu lintas normal sebelum perang | 125-140 kapal per hari |
| Awak kapal yang masih terjebak | Sekitar 20.000 pelaut |
| Durasi gangguan pelayaran | Hampir 3 bulan |













