kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.701   -38,00   -0,21%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Tiga Pekerja Tewas dalam Insiden Lifeboat di Kapal Terapung Petronas


Senin, 25 Mei 2026 / 08:19 WIB
Tiga Pekerja Tewas dalam Insiden Lifeboat di Kapal Terapung Petronas
ILUSTRASI. PETRONAS-PIPELINE/SABAH-SARAWAK ( REUTERS/Chris Helgren)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kecelakaan kerja terjadi di fasilitas kapal penyimpanan dan bongkar muat terapung (floating storage and offloading/FSO) milik perusahaan energi nasional Malaysia, Petronas, pada Minggu (24/5/2026).

Insiden tersebut menyebabkan tiga pekerja meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Ekonomi Singapura Tumbuh 6% di Kuartal I-2026, Lampaui Perkiraan

Mengutip Reuters, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.50 waktu setempat di FSO Sepat yang berada di lepas pantai negara bagian Terengganu, Malaysia.

Dalam pernyataan resminya pada Senin (26/5), Petronas menyebut insiden terjadi saat proses perawatan sekoci penyelamat (lifeboat maintenance).

“Tiga pekerja dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit, sementara satu pekerja lainnya telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis dan masih dalam observasi,” tulis Petronas.

Perusahaan pelat merah Malaysia tersebut belum memberikan rincian lebih lanjut terkait identitas korban maupun detail teknis insiden.

Baca Juga: Dolar AS Melemah Senin (25/5), Harapan Pembukaan Selat Hormuz Dorong Sentimen Risiko

Petronas menyatakan, investigasi masih berlangsung dan dilakukan bersama otoritas terkait untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

“Investigasi atas penyebab insiden masih berlangsung dengan koordinasi bersama pihak berwenang terkait,” lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu, kantor berita nasional Malaysia Bernama melaporkan para pekerja awalnya menaiki sekoci dari platform FSO untuk diturunkan ke laut guna melakukan pekerjaan perawatan.

Baca Juga: Ukraina Menyerang Stasiun Pemompaan Minyak di Vladimir, Rusia

Namun, tali atau pengait yang terhubung dengan sekoci diduga terlepas sehingga menyebabkan para pekerja jatuh ke laut.

Laporan Bernama tersebut mengutip keterangan pihak kepolisian setempat.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×