kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Misi Artemis II Dimulai, Kapsul Orion Bawa Astronot ke Jarak Terjauh di Luar Angkasa


Jumat, 03 April 2026 / 19:23 WIB
Misi Artemis II Dimulai, Kapsul Orion Bawa Astronot ke Jarak Terjauh di Luar Angkasa
ILUSTRASI. Manuver krusial Orion membawa astronot ke lintasan Bulan. Tantangan toilet hingga jarak ekstrem menanti. Ketahui bagaimana kru mengatasinya. (REUTERS/Joe Skipper)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – ORLANDO, FLORIDA. Kapsul Orion yang membawa empat astronot dalam misi Artemis II berhasil melakukan manuver thruster penting pada Kamis (2/4/2026), memulai perjalanan keluar dari orbit Bumi menuju Bulan. Langkah ini menandai upaya astronot untuk mencapai jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia di luar angkasa.

Manuver yang dikenal sebagai translunar injection burn dimulai pukul 19.49 ET (23.49 GMT), berfungsi sebagai “jalan keluar” dari orbit Bumi, membawa Orion ke lintasan berbentuk angka delapan menuju Bulan. Manuver ini merupakan penggunaan thruster utama terakhir, sehingga sisa perjalanan sebagian besar dikendalikan oleh mekanika orbit.

Komandan misi, Reid Wiseman, yang sebelumnya menguji kamera saat berada sekitar 64.000 km dari Bumi, mengungkapkan betapa kecilnya tampilan planet dari jarak tersebut. Ia menyamakan pengalaman memotret Bumi dengan mencoba mengambil foto Bulan dari halaman rumah sendiri.

Baca Juga: AS Usulkan RUU Batasi Ekspor Chip ke China, ASML Bisa Terdampak

Sementara itu, astronot Kanada Jeremy Hansen memuji pemandangan sisi gelap Bumi yang diterangi cahaya Bulan, menyebutnya “fenomenal”.

Aktivitas Astronot dan Dokumentasi Perjalanan

Selama 26 jam pertama di luar angkasa, astronot melakukan pengujian kamera, mengendalikan Orion, dan menangani masalah kecil seperti toilet dan email yang kemudian diperbaiki oleh pusat kendali misi.

Untuk mendokumentasikan perjalanan, kru menggunakan perangkat seperti GoPro, iPhone, dan kamera profesional Nikon — perangkat yang sebelumnya digunakan astronot di International Space Station.

Keputusan menyediakan iPhone diambil di bawah arahan Administrator NASA, Jared Isaacman, yang sebelumnya menggunakannya dalam misi SpaceX Dragon pribadi. NASA berencana merilis foto-foto yang diambil oleh kru setelah momen-momen puncak, termasuk citra “Earthrise” yang meniru foto legendaris Apollo 8 tahun 1968.

Rekor Jarak Terjauh

Pada hari keenam, astronot diperkirakan akan mencapai sekitar 405.000 km dari Bumi, titik terjauh yang pernah dicapai manusia. Dari jarak ini, Bumi akan terlihat sekecil bola basket di balik sisi gelap Bulan.

Baca Juga: Sistem Pembayaran Rusia Error, Metro Moskow Gratis dan Transaksi Lumpuh

Tidak lama setelah peluncuran, astronot Christina Koch melaporkan lampu merah pada toilet Orion. Insinyur misi segera melakukan perbaikan.

Toilet Orion menggunakan sistem Universal Waste Management System seharga US$24 juta, yang mengumpulkan limbah dengan suction, mendaur ulang urine menjadi air, dan menyegel limbah padat dalam kantong untuk dibuang. Desain ini lebih nyaman dibanding sistem Apollo, dengan corong khusus dan kursi yang memungkinkan penggunaan bersamaan.

“Ini adalah satu-satunya tempat dalam misi di mana kami bisa merasa benar-benar sendiri untuk sejenak,” kata Hansen dalam video tahun lalu.

Misi Artemis II menandai tonggak penting eksplorasi luar angkasa manusia, menggabungkan teknologi modern, keselamatan kru, dan kesempatan untuk merekam pengalaman tak terlupakan dari perjalanan ke jarak terjauh yang pernah dicapai umat manusia.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×