Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, menghadapi potensi penghapusan dari indeks saham global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Jika terealisasi, keputusan tersebut berisiko memicu aksi jual saham Strategy oleh dana pasif dan investor yang mengikuti indeks, dengan nilai mencapai miliaran dolar AS.
Mengutip Reuters, Jumat (16/10/2026), saham Strategy turun 4,2% pada perdagangan Jumat. Strategy merupakan perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar di dunia dan tercatat sebagai konstituen indeks MSCI USA serta MSCI World.
MSCI pada Kamis (15/10/2026) mengumumkan aturan baru yang mengecualikan perusahaan non-operasional dari Global Investable Market Indexes. Kebijakan tersebut akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 30 November 2026 sebagai bagian dari peninjauan indeks November. MSCI akan mengumumkan daftar final perusahaan yang terdampak pada 11 November 2026.
Baca Juga: Manufaktur AS pada September Tumbuh Melambat, Produksi Semikonduktor Melonjak 28,4%
Keputusan ini merupakan kelanjutan dari peninjauan yang dimulai MSCI sekitar setahun lalu. Saat itu, MSCI mengusulkan penghapusan perusahaan pengelola aset digital dari indeks karena model bisnisnya dinilai menyerupai dana investasi, yang selama ini tidak memenuhi syarat untuk masuk ke indeks tersebut.
Namun, pada Januari lalu, MSCI menunda rencana itu dan memperluas peninjauan untuk mencakup seluruh perusahaan non-operasional.
MSCI mendefinisikan perusahaan non-operasional sebagai dana investasi, perusahaan pengembangan bisnis atau business development companies, serta perusahaan lain yang struktur keuangannya menyerupai entitas tersebut.
Selain Strategy, perusahaan asal Jepang, Metaplanet, juga masuk dalam daftar calon penghapusan dari indeks MSCI. Sementara itu, SharpLink dan sejumlah perusahaan lain yang memiliki cadangan aset kripto masuk dalam daftar pantauan untuk kemungkinan dikeluarkan dari indeks.
Perubahan aturan ini bertujuan memperluas pengecualian terhadap instrumen investasi pasif. Untuk tetap memenuhi syarat sebagai konstituen indeks, perusahaan harus memenuhi kriteria keuangan terkait aset operasionalnya.
Keanggotaan dalam indeks menjadi penting bagi perusahaan seperti Strategy karena dana pasif dan investor lain yang mengikuti indeks acuan diwajibkan memiliki saham perusahaan yang menjadi konstituen indeks tersebut. Jika Strategy dikeluarkan, investor yang mengikuti indeks terkait berpotensi melepas kepemilikan sahamnya.
Baca Juga: Gangguan Sistem Penerbangan Italia Picu 192 Pembatalan, Hanya 31% Tepat Waktu
Strategy belum segera menanggapi permintaan komentar Reuters mengenai keputusan MSCI tersebut.
Pada tahun lalu, perusahaan itu telah memperingatkan bahwa penghapusan dari indeks dapat memicu likuidasi sahamnya senilai US$ 2,8 miliar. Strategy juga menilai langkah tersebut berpotensi menghambat perkembangan industri perusahaan yang mengadopsi model bisnis serupa.
Strategy dikenal sebagai pelopor strategi menghimpun dana melalui penerbitan saham dan surat utang untuk membeli Bitcoin. Pada perdagangan Jumat, kapitalisasi pasar perusahaan tersebut mencapai sekitar US$ 64,3 miliar.
Meski menjadi salah satu perusahaan yang paling dikenal dalam strategi investasi Bitcoin melalui pasar modal, saham Strategy tercatat turun 4,8% sepanjang 2026.














