Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – WASHINGTON. Produksi manufaktur Amerika Serikat (AS) kembali meningkat pada September 2026. Namun, momentum pertumbuhan sektor industri tersebut melambat tajam sepanjang kuartal III-2026 di tengah tekanan konflik Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok dan mendorong kenaikan harga energi.
Mengutip Reuters, Jumat (16/10/2026), Federal Reserve (The Fed) melaporkan produksi manufaktur naik 0,3% pada September, setelah terkoreksi 0,2% pada Agustus. Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi ekonom. Sebelumnya, penurunan produksi manufaktur pada Agustus diperkirakan mencapai 0,3%.
Secara tahunan, produksi manufaktur AS tumbuh 1,1% pada September. Namun, sepanjang kuartal III-2026, produksi hanya tumbuh pada tingkat tahunan 0,7%, jauh melambat dibandingkan pertumbuhan 5,6% pada kuartal II-2026.
Baca Juga: Gangguan Sistem Penerbangan Italia Picu 192 Pembatalan, Hanya 31% Tepat Waktu
Sektor manufaktur menyumbang sekitar 9,4% terhadap perekonomian AS. Aktivitas pabrik masih mendapat dukungan dari pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta upaya perusahaan menambah persediaan untuk memenuhi permintaan domestik yang kuat.
Meski demikian, sejumlah risiko membayangi prospek produksi. Kenaikan harga energi, perang dagang dengan Kanada, serta meningkatnya biaya pinjaman berpotensi menekan aktivitas manufaktur.
Harga diesel bahkan melonjak ke rekor tertinggi ketika perang AS-Israel melawan Iran terus berlangsung. Para ekonom menilai dampak kenaikan biaya energi berpotensi segera terasa pada harga berbagai barang, termasuk produk yang dijual di supermarket. Kondisi tersebut dapat membebani permintaan konsumen.
Produksi semikonduktor melonjak
Berdasarkan jenis produknya, produksi barang tahan lama (durable goods) naik tipis 0,1% pada September. Peningkatan ini ditopang oleh kenaikan produksi logam dasar, mesin, serta peralatan listrik, perangkat rumah tangga, dan komponennya.
Sebaliknya, produksi kendaraan bermotor dan suku cadangnya turun 3% pada bulan tersebut.
Secara keseluruhan, produksi manufaktur barang tahan lama tumbuh pada tingkat tahunan 3,8% selama kuartal III-2026. Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang lonjakan produksi semikonduktor dan komponen elektronik terkait sebesar 28,4%, seiring meningkatnya belanja infrastruktur AI.
Sementara itu, produksi barang tidak tahan lama (nondurable goods) meningkat 0,4% pada September, didukung kenaikan produksi percetakan dan bahan kimia. Namun, secara keseluruhan, produksi barang tidak tahan lama justru turun 1,6% pada kuartal III-2026.
Di luar manufaktur, produksi pertambangan meningkat 0,2% pada September dan tumbuh pada tingkat tahunan 5% selama kuartal Juli-September 2026.
Baca Juga: Putin Ambil Alih Aset 4 Perusahaan Eropa di Rusia, Balas Dukungan Eropa ke Ukraina
Produksi utilitas, termasuk penyediaan listrik, gas, dan layanan terkait, melonjak 3,5% pada September seiring meningkatnya kebutuhan pendingin udara. Sepanjang kuartal III-2026, produksi utilitas tumbuh pada tingkat tahunan 14,8%.
Secara keseluruhan, produksi industri AS meningkat 0,7% pada September, setelah tumbuh 0,1% pada Agustus. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi industri naik 2,2%.
Namun, pertumbuhan produksi industri pada kuartal III-2026 melambat menjadi 2,8% pada tingkat tahunan, dari 4,8% pada kuartal sebelumnya.
The Fed juga melaporkan tingkat utilisasi kapasitas industri, yang mengukur seberapa optimal perusahaan menggunakan sumber daya produksinya, meningkat menjadi 76,9% pada September dari 76,4% pada Agustus.
Meski membaik, tingkat utilisasi tersebut masih 2,5 poin persentase di bawah rata-rata periode 1972-2025.
Adapun tingkat utilisasi kapasitas sektor manufaktur naik tipis menjadi 75,9% pada September dari 75,8% pada Agustus. Angka ini masih 2,3 poin persentase di bawah rata-rata jangka panjangnya.














