kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Putin Ambil Alih Aset 4 Perusahaan Eropa di Rusia, Balas Dukungan Eropa ke Ukraina


Jumat, 16 Oktober 2026 / 19:14 WIB
Putin Ambil Alih Aset 4 Perusahaan Eropa di Rusia, Balas Dukungan Eropa ke Ukraina
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin (via REUTERS/Mikhail Metzel)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – MOSKOW. Presiden Rusia Vladimir Putin mengambil alih pengelolaan aset lokal empat perusahaan asal Eropa, yakni Prancis, Jerman, Swedia, dan Belgia. Langkah ini tertuang dalam dekret yang diterbitkan Putin pada Kamis (15/10/2026) dan disebut sebagai respons atas dukungan negara-negara Eropa terhadap Ukraina dalam perang dengan Rusia.

Mengutip Reuters, Jumat (16/10/2026), dekret tersebut mencantumkan aset milik produsen lantai asal Prancis, Tarkett, produsen kemasan asal Jerman, Menshen, perusahaan kemasan asal Swedia, Sverige International Holdings, serta perusahaan produk kebersihan asal Belgia, Ontex.

Dekret itu juga mencakup aset di Rusia milik mantan bisnis kemasan logam Eropa, Eviosys, yang diakuisisi oleh perusahaan kemasan asal Amerika Serikat, Sonoco, pada Desember 2024. Dalam dekret tersebut, aset itu tercatat sebagai milik unit Sonoco di Belanda.

Baca Juga: Tak Cuma IHSG, Bursa Turki pun Ambruk, UBS dan JPMorgan Hitung Potensi Dana Keluar

Pengambilalihan ini berlangsung ketika para pemimpin Uni Eropa (UE) berkumpul untuk menyatakan dukungan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi pada Jumat. Dukungan tersebut disampaikan di tengah situasi sulit bagi Ukraina, menyusul kekhawatiran bahwa Amerika Serikat (AS) dapat mengurangi berbagi informasi intelijen dan dukungan persenjataan kepada Kyiv.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, pengambilalihan aset perusahaan-perusahaan Eropa tersebut melanjutkan langkah serupa yang dilakukan Rusia pada bulan sebelumnya terhadap raksasa makanan Nestle serta jaringan ritel Auchan dan Metro.

"Negara asal mereka merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan tersebut," kata Peskov.

Ia menambahkan, negara-negara asal perusahaan tersebut terlibat dalam "pengambilalihan properti Rusia secara ilegal".

Pengelolaan sementara atas properti perusahaan-perusahaan Eropa itu diserahkan kepada sejumlah perusahaan Rusia yang sebelumnya relatif tidak dikenal.

Perusahaan terdampak kaji langkah lanjutan

Sejumlah perusahaan yang terdampak menyampaikan tanggapan atas keputusan tersebut. Ontex, yang mempekerjakan sekitar 350 orang di Rusia dan mengoperasikan pabrik di luar Moskow, mengatakan telah menerima pemberitahuan mengenai dekret tersebut.

Perusahaan itu menyatakan akan "mempertimbangkan langkah-langkah yang tepat untuk melindungi asetnya dan menjaga kelangsungan operasi Ontex Rusia".

Baca Juga: Cuan Berkat Akal Imitasi, Schneider Electric Menargetkan EBITDA Tumbuh 18%-21%

Sementara itu, Tarkett mengatakan pihaknya "kehilangan kendali efektif atas operasinya di Rusia" dan tengah mengevaluasi situasi yang terjadi.

Dalam laporan tahun 2025, Sonoco menyebut telah menyelesaikan langkah keluarnya dari Rusia pada 2022. Namun, perusahaan tersebut kembali memperoleh aset di negara itu sebagai bagian dari akuisisi Eviosys. Aset tersebut mewakili sekitar 0,5% dari total aset Sonoco.

Kremlin menyatakan, langkah pengambilalihan tersebut merupakan respons terhadap keterlibatan negara-negara Uni Eropa dalam "permusuhan langsung di medan perang". Meski demikian, pemerintah Rusia menyebut kebijakan itu masih dapat dibatalkan.

Putin akui pengambilalihan aset memiliki risiko

Sebelum dekret tersebut dipublikasikan pada Kamis, Putin berbicara kepada para pengusaha Rusia dan mengakui bahwa pengambilalihan aset perusahaan Barat memiliki "sejumlah dampak negatif". Namun, ia tidak merinci lebih lanjut dampak yang dimaksud.

Putin juga mendorong perusahaan-perusahaan Rusia yang mengambil alih aset tersebut untuk mencari sumber pembiayaan dari dalam negeri.

Dalam kesempatan itu, Putin menyinggung krisis keuangan global pada 2008 yang berdampak besar terhadap perekonomian Rusia. Menurut dia, peristiwa tersebut menunjukkan risiko dari ketergantungan yang berlebihan terhadap pasar global.

Baca Juga: Tesla Pamerkan Roadster, Mobil Listrik Super Cepat yang Bisa Melayang di Udara

Ia juga mengatakan bahwa negara-negara asing menggunakan investasi untuk mengejar kepentingan mereka sendiri.

Di sisi lain, muncul sejumlah laporan bahwa AS dapat berupaya mengambil kendali atas sebagian aset Rusia yang dibekukan di Eropa. Langkah tersebut disebut-sebut dapat menjadi bagian dari upaya memberikan insentif agar Rusia bersedia bernegosiasi dengan Ukraina.

Rusia selama ini mengkritik keputusan Uni Eropa yang membekukan aset negara Rusia senilai sekitar 210 miliar euro atau setara US$ 238 miliar sebagai respons atas perang di Ukraina. Moskow juga memprotes langkah negara-negara Barat yang menargetkan aset milik perusahaan Rusia di Eropa dan negara-negara Barat lainnya.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×