Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. MSCI telah membekukan perubahan tertentu pada indeks saham Turki dan menyatakan dapat mempertimbangkan penurunan status pasar tersebut jika pihak berwenang gagal menunjukkan kemajuan yang memadai dalam menangani kekhawatiran investor terkait praktik pasar hingga pertengahan tahun 2027.
Mengutip Reuters, Jumat (16/10/2026), pasar ekuitas Turki mendapat sorotan dari para investor terkait perhitungan saham yang beredar di publik (free-float) serta dugaan adanya perdagangan terkoordinasi pada sejumlah saham.
Penyedia indeks tersebut menyatakan bahwa pembekuan ini berlaku segera dan akan terus berlanjut hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Baca Juga: Tak Hanya Di Indonesia, Polemik Kelulusan Pejabat Pemerintah Juga Terjadi Di AS
MSCI menyatakan akan terus memantau pasar dan meminta masukan dari para investor. Jika tidak terlihat kemajuan yang memadai hingga Juni 2027, MSCI dapat memulai konsultasi mengenai klasifikasi ulang Turki—dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar perbatasan (frontier market) atau pasar mandiri (standalone market).
Investor institusional telah menyampaikan kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya perdagangan terkoordinasi melalui kepemilikan dana yang terkait dengan beberapa perusahaan tercatat berskala kecil. Menurut MSCI, hal ini telah mengikis kepercayaan terhadap estimasi jumlah saham yang beredar di publik (free-float).
Baca Juga: Harga Emas Naik 1,3%, Investor Menanti Data PPI dan Penjualan Ritel AS
"Investor institusional perlu melihat penegakan hukum yang kredibel dan berkelanjutan terhadap praktik perdagangan terkoordinasi, serta standar pengungkapan yang memungkinkan verifikasi independen atas jumlah saham yang beredar di publik untuk sekuritas Turki," ungkap MSCI.













