kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

NASA Rilis Foto Suasana Fajar di Mars, Tampilkan Lanskap Batu Berusia 3 Miliar Tahun


Rabu, 07 Oktober 2026 / 16:34 WIB
NASA Rilis Foto Suasana Fajar di Mars, Tampilkan Lanskap Batu Berusia 3 Miliar Tahun
ILUSTRASI. Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) merilis foto terbaru permukaan Mars yang menampilkan suasana fajar di Planet Merah (DW.com/DW)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – WASHINGTON. Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) merilis foto terbaru permukaan Mars yang menampilkan suasana fajar di Planet Merah. Gambar yang diabadikan rover Curiosity itu memperlihatkan sinar Matahari menerangi formasi bebatuan terjal yang diperkirakan terbentuk miliaran tahun lalu.

Foto tersebut diambil menggunakan kamera Mastcam yang terpasang pada rover Curiosity, sekitar satu jam setelah Matahari terbit di atas lanskap Mars. Di kejauhan terlihat tebing dan punggungan batu yang terbentuk akibat proses erosi angin selama waktu yang sangat panjang.

Curiosity telah menjelajahi Mars sejak mendarat di Kawah Gale pada 2012. Kawah tersebut berada di dekat garis khatulistiwa Mars.

Sejak 2014, rover beroda enam itu secara bertahap mendaki Mount Sharp, gunung setinggi sekitar 5 kilometer yang menjulang dari dasar Kawah Gale.

Ilmuwan planet NASA dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) di California sekaligus ilmuwan proyek Curiosity, Ashwin Vasavada, mengatakan formasi batuan yang terlihat dalam gambar memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan lapisan batuan yang telah dilalui Curiosity sebelumnya.

Baca Juga: Lacoste Mendadak Ganti CEO Jelang Peragaan Busana di Paris

"Karang-karang terang dan terjal di kejauhan merupakan lapisan batuan yang penampilannya sangat berbeda dari semua lapisan yang telah dilalui rover sejauh ini. Kami menduga lapisan itu dulunya merupakan sedimen yang terbawa angin, mungkin pasir atau bahkan abu yang tertiup ke dalam kawah akibat aktivitas vulkanik di sekitarnya. Setelah sedimen tersebut mengeras menjadi batu, angin selama ribuan juta tahun mengikis lapisan batuan itu hingga membentuk punggungan yang disebut yardang," kata Vasavada.

Menurut Vasavada, lapisan yardang kemungkinan besar terbentuk sekitar 3 miliar tahun lalu, pada periode yang kurang lebih sama dengan pembentukan bagian lain dari Mount Sharp.

Lapisan tersebut membentang sekitar 16 kilometer di wilayah barat laut Mount Sharp.

Namun, Vasavada menjelaskan lapisan yardang tidak tampak sebagai bagian dari susunan lapisan batuan yang berkesinambungan yang membentuk Mount Sharp.

"Namun, lapisan yardang tampaknya bukan bagian dari susunan lapisan yang berkesinambungan yang membentuk struktur berlapis-lapis Mount Sharp. Lapisan ini ditambahkan sedikit lebih belakangan. Lapisan tersebut berada di atas apa yang oleh para ahli geologi disebut ketidakselarasan, yakni jeda waktu ketika lapisan-lapisan sebelumnya mengalami erosi sebelum lapisan baru mengendap di atasnya," ujar Vasavada.

Curiosity Catat Rekor Pendakian di Mars

Dalam perjalanan mendaki Mount Sharp secara bertahap, Curiosity telah mencapai ketinggian lebih dari 1 kilometer. NASA menyebut pencapaian tersebut sebagai pendakian tertinggi yang pernah dilakukan sebuah kendaraan penjelajah di Mars.

Mount Sharp sendiri tersusun atas berbagai lapisan batuan. Setiap lapisan merekam periode tertentu dalam sejarah geologi Mars.

Dengan mempelajari lapisan-lapisan tersebut, para ilmuwan dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi Mars pada masa lalu, termasuk keberadaan danau serta aliran sungai yang pernah memenuhi kawasan tersebut.

Mars pada masa lampau diperkirakan memiliki kondisi yang lebih hangat dan lebih basah dibandingkan lingkungan Planet Merah saat ini yang dingin dan tandus.

Baca Juga: Penjualan Mobil Mercedes-Benz Turun 8% pada Kuartal III 2026

NASA berharap Curiosity dapat mencapai lapisan yardang pada 2027 atau 2028. Setibanya di wilayah tersebut, rover akan menggunakan berbagai instrumen ilmiahnya untuk mempelajari karakteristik geologi lapisan batuan tersebut secara lebih mendalam.

Curiosity telah menjalankan penelitian mengenai geologi dan iklim Mars sekaligus mencari petunjuk apakah planet tersebut pernah memiliki kondisi yang memungkinkan kehidupan mikroba berkembang.

Saat ini, Curiosity merupakan salah satu dari dua rover NASA yang masih beroperasi di permukaan Mars. Rover lainnya, Perseverance, tengah menjelajahi kawasan di sekitar tepi Kawah Jezero yang berada di belahan utara Mars.

Pemandangan Fajar Mars Mirip Monument Valley

Foto terbaru Curiosity memberikan gambaran lanskap Mars yang sangat berbeda dari pemandangan di Bumi. Cahaya Matahari pagi menerangi formasi batuan di kejauhan, sementara langit Mars terlihat berwarna oranye dengan semburat biru di sekitar Matahari terbit.

Vasavada menggambarkan pemandangan tersebut memiliki kemiripan dengan lanskap Monument Valley di Arizona, Amerika Serikat.

"Panorama ini memiliki kesan liar yang mengingatkan saya pada perjalanan darat melintasi Monument Valley, Arizona. Anda hampir bisa merasakan kesunyian dan ruang terbuka yang tak berujung di bawah langit. Namun, meskipun terdengar begitu familiar, langitnya berwarna oranye dan Matahari terbit memiliki nuansa biru. Rasanya seperti Bumi, tetapi ini jelas Mars," kata Vasavada.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×