kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Nestle Catat Pertumbuhan Penjualan Organik 4% pada Kuartal III-2026


Kamis, 22 Oktober 2026 / 15:49 WIB
Nestle Catat Pertumbuhan Penjualan Organik 4% pada Kuartal III-2026
ILUSTRASI. Nestlé mencatat pertumbuhan penjualan organik 4% pada kuartal III-2026, melampaui ekspektasi analis di tengah keluarnya bisnis Rusia. (DOK/nestle)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - LONDON. Perusahaan makanan dan minuman asal Swiss, Nestlé, mencatat pertumbuhan penjualan organik yang melampaui ekspektasi analis pada kuartal III-2026.

Namun, perusahaan menghadapi perubahan signifikan dalam pelaporan keuangan setelah mengecualikan unit bisnis Rusia dari laporan keuangan konsolidasi menyusul penyitaan asetnya oleh pemerintah Moskow.

Pada Kamis (22/10/2026), Nestlé melaporkan pertumbuhan penjualan organik sebesar 4% pada kuartal III-2026. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan analis yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,4%.

Di sisi lain, Nestlé menyatakan bahwa bisnisnya di Rusia tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan grup sejak akhir September 2026. Direktur Keuangan Nestlé Anna Manz menjelaskan, bisnis Rusia menyumbang sekitar 2% dari total penjualan grup.

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan penyitaan sementara aset Nestlé pada 17 September 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari peningkatan tekanan terhadap perusahaan-perusahaan Eropa di tengah dukungan negara-negara Eropa terhadap Ukraina.

Baca Juga: Penjualan Anjlok, Audi Rombak Manajemen di China

Manz mengatakan, keputusan untuk mengeluarkan bisnis Rusia dari konsolidasi keuangan tidak berdampak terhadap pertumbuhan penjualan organik, volume penjualan, maupun harga produk Nestlé.

Meski demikian, perubahan tersebut akan memengaruhi angka penjualan yang dilaporkan, laba operasi perdagangan yang mendasari, serta arus kas bebas mulai kuartal IV-2026.

Nestlé juga memperkirakan penghapusan pengakuan aset bersih Rusia akan berdampak negatif terhadap posisi utang bersih perusahaan sekitar 900 juta franc Swiss atau setara US$ 1,09 miliar sepanjang 2026.

Perusahaan menyatakan akan menghapus pengakuan aset di Rusia senilai 1,6 miliar franc Swiss dan membukukan beban nonkas sekitar 1,4 miliar franc Swiss yang berasal dari akumulasi penyesuaian translasi mata uang.

Saham Nestlé terpantau berpotensi menguat 1,3% dalam perdagangan pra-pembukaan pasar.

Pertumbuhan Volume Dorong Penjualan Organik Nestlé

Di luar persoalan bisnis Rusia, pertumbuhan volume penjualan menjadi salah satu pendorong utama kinerja Nestlé pada kuartal III-2026. Perusahaan yang memproduksi bumbu penyedap Maggi dan kopi Nescafé tersebut mempertahankan proyeksi pertumbuhan penjualan organik sebesar 3%-4% untuk sepanjang 2026.

Pada kuartal III-2026, kenaikan harga produk Nestlé tercatat sebesar 1,1%. Angka ini lebih rendah dibandingkan perkiraan rata-rata analis sebesar 1,9%.

Sementara itu, pertumbuhan internal riil atau real internal growth (RIG), yang mencerminkan perubahan volume penjualan, mencapai 2,8%. Hasil tersebut melampaui ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan sebesar 1,5%.

Baca Juga: Klub Sepak Bola Terkaya Eropa Makin Tajir, Pendapatan Komersial Jadi Andalan

RIG merupakan salah satu indikator penting dalam strategi pertumbuhan Nestlé. Kinerja indikator tersebut terus membaik sejak Philipp Navratil menjabat sebagai CEO pada September 2025.

"Saya senang dengan kemajuan yang telah kami capai," kata Navratil. "Namun, saya belum puas. Masih banyak yang harus kami lakukan untuk mewujudkan potensi bisnis ini."

Pernyataan tersebut mencerminkan upaya manajemen untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan, terutama melalui penguatan volume penjualan dan optimalisasi portofolio produk.

Nestlé Rampingkan Portofolio untuk Perkuat Pertumbuhan

Di bawah kepemimpinan Navratil, Nestlé juga mengurangi eksposur terhadap bisnis es krim dan merek air minum melalui pembentukan usaha patungan atau joint venture.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk merampingkan portofolio dan memusatkan perhatian pada peluang pertumbuhan bisnis yang dinilai lebih menjanjikan.

Strategi serupa juga diterapkan sejumlah perusahaan barang konsumsi global, termasuk Unilever dan Reckitt, yang melakukan penyesuaian portofolio untuk meningkatkan fokus bisnis dan memperkuat kinerja operasional.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×