Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - LONDON. Dana kekayaan negara Norwegia atau Norway Government Pension Fund Global bersiap mengurangi eksposurnya terhadap surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) atau US Treasury sebagai bagian dari perubahan strategi investasi obligasi untuk meningkatkan imbal hasil.
Norges Bank Investment Management (NBIM), pengelola dana kekayaan negara Norwegia senilai US$ 2,3 triliun, mengusulkan pengurangan porsi obligasi pemerintah dalam indeks acuannya dari 70% menjadi 50%.
Dalam perubahan tersebut, US Treasury menjadi instrumen yang mendapatkan pemangkasan terbesar. Berdasarkan perhitungan Reuters, perubahan itu berpotensi mengurangi hampir US$ 80 miliar dari kepemilikan US Treasury Norwegia yang saat ini mencapai sekitar US$ 215 miliar per akhir Juni 2026.
Baca Juga: Produsen Otomotif AS Desak Larangan Mobil China
Usulan tersebut muncul ketika pasar obligasi pemerintah global menghadapi tekanan. Kenaikan inflasi dan meningkatnya level utang pemerintah membuat investor khawatir sehingga biaya pinjaman jangka panjang ikut melonjak.
Bagi Norwegia, perubahan ini bukan berarti keluar dari pasar aset berbasis dolar AS. NBIM menegaskan bahwa total eksposur dana terhadap dolar AS akan tetap berada di sekitar 50%.
Yang berubah adalah komposisi investasinya. Porsi utang pemerintah AS akan dikurangi dan dialihkan ke instrumen non-pemerintah, termasuk mortgage-backed securities (MBS) dan obligasi terkait pemerintah AS.
NBIM menyebut peningkatan investasi pada utang non-pemerintah bertujuan memperkuat diversifikasi portofolio sekaligus memberikan eksposur yang lebih besar terhadap risk premium.
Dalam usulan tersebut, porsi obligasi pemerintah AS dalam indeks obligasi akan turun dari 34,1% menjadi 21,9%. Sementara itu, alokasi terhadap utang negara-negara zona euro akan berkurang lebih moderat, dari 16,8% menjadi 14,1%.
Sebaliknya, alokasi terhadap obligasi pemerintah Jepang akan dinaikkan dari 4,6% menjadi 7,4%. Porsi Inggris dipertahankan sebesar 4,2%.
Baca Juga: Harga Minyak Naik Lebih dari 6% Dalam Sepekan Seiring Berlanjutnya Konflik AS-Iran
Adapun porsi obligasi non-pemerintah AS akan melonjak dari 16,2% menjadi 27,6%. Dengan demikian, bobot keseluruhan obligasi berbasis dolar AS hanya turun tipis, dari 52,9% menjadi 52,5%.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa strategi Norwegia bukan sekadar mengurangi eksposur terhadap dolar AS, melainkan mengurangi ketergantungan pada utang pemerintah AS dengan mengalihkan sebagian dana ke instrumen utang AS lainnya.
Meski usulan tersebut berpotensi mengubah posisi Norwegia sebagai salah satu investor institusi terbesar di pasar obligasi AS, perubahan tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.
NBIM menyatakan setiap perubahan akan dilakukan secara bertahap untuk membatasi dampak terhadap pasar sekaligus menekan biaya transaksi.
Proposal tersebut akan menjadi bagian dari rekomendasi kepada Kementerian Keuangan Norwegia pada Januari mendatang. Selanjutnya, usulan akan dibahas dalam proses white paper tahunan pada musim semi tahun depan sebelum pemerintah memberikan rekomendasi final kepada parlemen.
Artinya, pengurangan kepemilikan US Treasury tersebut kemungkinan baru mulai diterapkan beberapa bulan memasuki 2027.
Skala dana Norwegia membuat perubahan portofolionya menjadi perhatian pasar global. Dana tersebut merupakan dana kekayaan negara terbesar di dunia dan rata-rata memiliki sekitar 1,5% saham perusahaan tercatat di seluruh dunia.
Selain merombak portofolio obligasi, NBIM juga mengusulkan pertimbangan untuk meningkatkan investasi pada aset tidak tercatat (unlisted assets). Langkah tersebut ditujukan, antara lain, untuk mengurangi risiko konsentrasi yang meningkat dalam portofolio saham akibat lonjakan harga sejumlah perusahaan teknologi AS.
Baca Juga: Pasar Kerja AS Diprediksi Mulai Pulih
Perubahan strategi ini menandai upaya dana kekayaan Norwegia untuk memperoleh diversifikasi dan imbal hasil yang lebih baik di tengah meningkatnya risiko pada pasar obligasi pemerintah global.














