kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Obama jalin sekutu dagang dengan 27 negara Eropa


Rabu, 13 Februari 2013 / 20:48 WIB
ILUSTRASI. Kenaikan harga komoditas seperti timah, nikel, dan batubara diperkirakan akan menopang kinerja tiga emiten tambang BUMN tahun ini.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

WASHINGTON. Upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperluas sekutu dagangnya terus berlanjut. Kali ini, Presiden AS Barack Obama dikabarkan akan segera menggelar pertemuan untuk membahas perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa yang akan menciptakan hubungan ekonomi terbesar dunia. Pada saat yang bersamaan, Obama juga tengah menyelesaikan diskusi kesepakatan perdagangan untuk kawasan Pasifik.

"Perdagangan yang berlangsung adil dan bebas di seluruh Atlantik akan menyokong jutaan tenaga kerja di Amerika," jelas Obama kemarin (12/2). Ini merupakan komitmen terbesar Obama dalam melakukan negosiasi dengan Uni Eropa.

Perundingan dengan 27 negara Uni Eropa diprediksi akan membantu Obama dalam mencapai targetnya yakni meningkatkan ekspor sebanyak dua kali lipat pada akhir 2014 mendatang. Sayangnya, pemerintah Obama belum merinci dengan pasti kapan perundingan perdagangan dengan Uni Eropa akan dimulai.

Perdana Menteri Inggris David Cameron menyambut baik pernyataan Obama. "Untuk melewati tantangan perdagangan harus dilakukan perjanjian secara komprehensif dan kerja keras dari kedua belah pihak. Namun saya akan menggunakan pengaruh saya sebagai pimpinan G-8 untuk membantu pencapaian perjanjian perdagangan AS-Eropa ke depannya," demikian pernyataan Cameron melalui email kepada Bloomberg pada hari ini.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×