Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – MOSKOW/LONDON. Negara-negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC+ diperkirakan mempertahankan target produksi minyak untuk Desember 2026. Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi bahwa kelompok produsen minyak tersebut tidak akan melakukan penyesuaian kebijakan produksi lebih lanjut hingga tahun depan.
Tiga sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada Reuters pada Selasa (27/10), bahwa tujuh anggota utama OPEC+ kemungkinan akan mempertahankan target produksi dalam pertemuan daring yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu.
Ketujuh negara tersebut adalah Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman. Meski demikian, ketiga sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menegaskan bahwa belum ada keputusan final yang diambil.
Baca Juga: Apple Akui Layar iPhone Duo Bermasalah, Siap Ganti Unit yang Rusak
Pertemuan tersebut berlangsung ketika negara-negara produsen di kawasan Teluk berupaya meningkatkan ekspor minyak yang selama beberapa bulan terakhir terganggu akibat perang Iran. Namun, sebagian besar produsen masih memompa minyak jauh di bawah target produksi yang telah ditetapkan.
OPEC+ merupakan aliansi yang terdiri dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sejumlah negara produsen minyak sekutunya, termasuk Rusia. Hingga berita ini ditulis, OPEC dan otoritas Rusia belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.
OPEC+ Fokus pada Kuota Produksi Minyak 2027
Pada September 2026, OPEC+ telah menyelesaikan pelonggaran bertahap pemangkasan pasokan minyak sebesar 1,65 juta barel per hari (bph) yang pertama kali disepakati pada 2023.
Namun, gangguan produksi dan ekspor akibat perang Iran membuat sejumlah produsen di kawasan Teluk belum mampu memenuhi kuota yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Mercedes-Benz Pangkas Target Margin Laba 2026, Pasar China Melemah
Reuters sebelumnya melaporkan pada Juli 2026 bahwa OPEC+ kemungkinan tidak akan mengubah target produksinya selama kuartal IV-2026. Kelompok tersebut diperkirakan mulai memusatkan perhatian pada perundingan kuota produksi untuk 2027.
Selain pemangkasan pasokan yang telah dilonggarkan, OPEC+ masih memiliki lapisan pemangkasan produksi lainnya sebesar sekitar 2 juta bph. Pemangkasan tersebut mencakup sebagian besar anggota dan berlaku hingga akhir 2026.
Kebijakan produksi berikutnya akan bergantung pada proses peninjauan kapasitas produksi masing-masing anggota. Menurut sejumlah sumber, OPEC+ perlu merampungkan evaluasi tersebut sebelum menetapkan basis produksi atau baseline untuk 2027.














