Sumber: Yahoo Finance | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - BERLIN. Klaus-Michael Kühne, orang terkaya di Jerman, diperkirakan akan meraup setidaknya US$ 9,3 miliar atau sekitar Rp 152,21 triliun (kurs Rp 16.367) dalam bentuk dividen setelah periode pertumbuhan pesat di sektor transportasi yang ia kelola.
Kekayaan tersebut berasal dari kepemilikan 53% saham di Kuehne + Nagel International AG, perusahaan pengiriman barang udara dan laut terbesar di dunia yang didirikan oleh kakeknya, 15% saham di Deutsche Lufthansa AG, serta 30% saham di Hapag-Lloyd AG.
Kühne menjadi investor terbesar di Lufthansa setelah memperbesar sahamnya pasca dana talangan pemerintah pada 2022. Ia juga meningkatkan investasinya di sektor peti kemas pada 2020, menjelang lonjakan keuntungan yang signifikan.
Baca Juga: Enam Orang Kaya Dunia Ini Buktikan Membaca Bisa Membuat Anda Sukses
Selama pandemi, Kühne termasuk di antara sedikit pemilik kapal Eropa yang meraih keuntungan besar akibat lonjakan biaya transportasi yang dipicu oleh kemacetan rantai pasokan.
Tokoh lainnya termasuk Gianluigi Aponte dari MSC Mediterranean Shipping Co., keluarga A.P. Moller-Maersk A/S, dan keluarga Saade dari CMA CGM SA. Keuntungan mereka berlanjut pada 2024, seiring dengan kenaikan harga akibat serangan Houthi di Laut Merah.
Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Kühne telah lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, mencapai US$ 39,2 miliar. Dalam wawancara dengan FAZ pada November lalu, Kühne menyatakan bahwa nilai yang telah dikumpulkan sangat tinggi.
Rincian Keuntungan
Keuntungan Kühne dari Kuehne + Nagel diperkirakan mencapai 2,7 miliar franc Swiss (US$3 miliar) sejak tahun keuangan 2021. Perusahaan tersebut baru-baru ini mengumumkan dividen sebesar 8,25 franc per saham, lebih tinggi dari ekspektasi.
Baca Juga: 7 Rahasia Orang Kaya Supaya Sukses Membangun Kekayaan
Lufthansa juga berencana membayar dividen untuk tahun kedua berturut-turut, memberikan Kühne total keuntungan €108 juta (US$ 117 juta) untuk 2023 dan 2024. Ini menandai pemulihan signifikan dari kondisi hampir bangkrut saat pandemi.
Sementara itu, Hapag-Lloyd telah memberikan keuntungan terbesar kepada Kühne sebesar €5,65 miliar sejak 2021. Jumlah ini belum termasuk dividen yang akan diumumkan akhir bulan ini.
Namun, tidak semua investasi Kühne berbuah manis. Ia mengalami kerugian sekitar €500 juta dari Signa Prime milik Rene Benko. "Kami benar-benar tertipu," ujarnya.
Filantropi dan Kepemimpinan
Kühne, yang pindah ke Swiss sekitar 50 tahun lalu, mendirikan Yayasan Kühne pada 1976. Yayasan ini berfokus pada bidang logistik, kedokteran, dan iklim, serta memiliki hubungan erat dengan Kühne Holding.
Setelah wafat, seluruh asetnya akan diserahkan kepada yayasan tersebut, yang diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar di Eropa.
Baca Juga: Rahasia Orang Kaya Bisa Meraup Kekayaan
Kühne juga mempertimbangkan penyesuaian dalam kepemimpinan yayasan, mengingat usia lanjut dari Thomas Staehelin yang direncanakan menjadi penggantinya.
Tahun lalu, ia menata ulang tata kelola Kühne Holding dengan mengangkat Dominik de Daniel sebagai CEO, menggantikan Karl Gernandt yang tetap menjadi ketua dan anggota dewan di berbagai perusahaan yang terafiliasi.